Yang Juara Liga dan Yang Juara Piala Champions


Fans sepakbola,

Peserta liga Champions Eropa adalah tiga atau empat tim yang menempati posisi papan atas kompetisi liga masing-masing di negaranya seperti liga Seri-A Italia, liga Spanyol, Primer Inggris, Bundesliga dan negara lain yang ada di Eropa. Empat tim tersebut termasuk yang juara liga. Jatah empat tim hanya untuk Liga Spanyol, Liga Seri-A Italia, Liga Primer Inggris dan Bundesliga Jermsn. Lalu apakah tim yang juara liga tersebut berpeluang paling besar untuk memenangkan piala Champions Eropa ? Pastinya tidak. Karena klub-klub lainnya yang meskipun statusnya bukan juara liga, peluang mereka untuk menjadi juara liga Champions Eropa sama besarnya dengan yang juara liga.
Tidak semua tim yang juara liga berhasil menjadi juara piala Champions Eropa.
Bisa juga peserta yang statusnya bukan juara liga, malah sukses keluar sebagai juara Champions seperti Chelsea di tahun 2012 dan Real Madrid pada tahun 2018. Itu artinya strategi klub tersebut dalam menghadapi ketatnya jadwal pertandingan sepakbola sangat penting dan menentukan.
Persaingan keras di kompetisi liga masing-masing bisa juga mengakibatkan kelelahan para pemain. Misalnya liga Inggris yang hingga hampir mendekati akhir musim kompetisi masih saja beberapa klubnya punya peluang sama untuk menjuarai kompetisi liga karena poin beberapa tim tersebut masing-masing beda tipis. Prediksi juara liga pun masih menunggu hasil pertandingan terakhir. Belum lagi mereka harus menjalani pertandingan lain. Di Spanyol La Liga dan ada juga piala Raja. Di Italia ada Liga Seri-A, piala Italia dan piala Super Italia, di Inggris ada Liga Primer, Piala FA dan Piala Liga. Demikian juga di negara-negara lain di Eropa yang tentunya ada event-event sepakbola yang tertentu.
Yang paling repot adalah tim yang berpeluang pertama kali jadi juara liga, kebetulan ikut bermain juga di ajang piala Champions. Ya ! Kesebelasan yang punya peluang juara liga untuk pertama kali ! Bagi mereka tentu saja harus fight. Maka saat itulah konsentrasi tim tersebut bisa terganggu. Belum lagi jika ada pemain yang cedera, pemain yang terkena sangsi akumulasi kartu kuning bahkan pemain yang terkena kartu merah yang kemudian absen di satu pertandingan berikutnya. Itu resiko sebuah tim yang sibuk. Antara fokus ke juara liga atau terus bersaing di final UCL. Ada klub yang rela mengorbankan salah satunya, misalnya karena hanya ingin konsentrasi di liga kompetisi, maka penampilan di piala Champions tidak all-out. Tapi ada pula yang “mumpung”. Artinya, mumpung ada kesempatan berprestasi dobel, terrible winner, juara liga dan juara piala Champions, akhirnya mereka tampil all-out. Ini juga berresiko, bisa jadi blunder. Bisa saja kalau kurang tepat dalam menerapkan strategi, titel kedua event besar tersebut malah tidak didapat. Strategi lainnya adalah dengan melakukan rotasi pemain dan mengistirahatkan beberapa pemain. Pemain kunci yang biasa diturunkan untuk kompetisi liga, tidak dimainkan di liga Champions, atau sebaliknya.

Copyright © 2015 Pixel Theme Studio. All rights reserved.