Model Fashion Tahun Ini Yang Haruskah Beda Dengan Busana Tahun Lalu ?

Tren busana akan terus berubah dan memang mau tidak mau harus berganti, baik pakaian wanita ataupun pria. Kalau nggak begitu nanti dibilang ketinggalan jaman, kurang keren karena nggak mengikuti mode jaman sekarang. Meski tidak semua orang seperti itu, tapi penampilan dengan gaya pakaian berbeda di satu sisi memang perlu, terutama untuk mereka-mereka yang profesinya mengharuskan tampil fresh di depan umum. Tahun ini yang lagi musim adalah model baju seperti yang dipakai oleh artis si A, misalnya. Sekarang-sekarang ini kalau mau cari model celana yang lagi ramai, style-nya seperti yang dikenakan oleh orang itu. Sementara itu untuk hijab dan busana muslimnya menjelang bulan puasa sampai Lebaran Idul Fitri tahun ini, corak warnanya misalnya, yang cerah-cerah termasuk juga setelannya. Begitulah dan memang yang namanya busana itu variasinya banyak hal yang bisa mempengaruhinya. Dan lagi produk fashion itu memang seperti karya seni karena untuk merancangnya dibutuhkan inspirasi tanpa batas. Ada pakaian baru yang rancangannya terinspirasi oleh model-model busana gaya lama, jaman dulu alias jadul, vintage. Warna-warna dan tampilan jaman sekarang juga ada yang karena warna trend jaman dulu lebih dianggap cocok untuk fashion jaman now, maka pakaian, baik pria, wanita dan anak-anak dibuat seperti itu. Itu berlaku untuk aneka jenis busana, baju, celana jeans, jilbab, baju muslim dan macam-macam perlengkapan pakaian untuk berbagai event dan acara, baik yang santai kasual maupun untuk acara-acara resmi. Untuk pakaian misalnya kalau sudah tiba masanya ramai busana berwarna belel atau soft, maka banyak orang akan membelinya. Sebaliknya jika sudah eranya baju-baju dan celana dengan corak warna yang ngejreng yang dulu dibilang kampungan dan norak, maka jadi tidak kampungan lagi dan konsumen akan banyak yang berlomba-lomba untuk tampil dengan warna ngejreng. Kalau lagi musimnya kaos belang-belang dan salur, pasti ramai di pasaran yang jual. Jika lagi musim kemeja kotak-kotak maka motif itulah yang paling laris dicari orang. Demikian juga dengan motif batik dan motif tradisional khas Indonesia lainnya.
Bagaimana dengan sepatu, tas, ikat pinggang, dompet dan produk fashion selain busana ? Tentu saja kurang lebih sama. Department store, distro, butik dan toko-toko yang menjual busana hingga kios-kios dan pedagang kaki lima, adalah beberapa contoh tempat menjualnya yang selalu siap dengan perkembangan yang terjadi. Pada tahun 80-an, corak busana yang musim adalah model celana panjang yang ketat dari pinggang ke paha sampai kaki. Sementara pakaiannya baik wanita maupun pria, misalnya kemeja, sedang musim gaya tangannya digulung beberapa lipatan. Saat itu sempat juga musim celana kolor yang cocoknya dipakai untuk di pantai. Panjangnya sampai lutut dengan motif kembang-kembang model Hawai yang akhirnya populer disebut dengan celana Hawai. Pada waktu itu busana muslimah, khususnya jilbab yang sekarang terkenal dengan istilah hijab belum terlalu ramai seperti tahun 2000-an.
Kemudian pada tahun 90-an, gaya berbusanapun berbeda lagi. Contoh yang paling khas adalah celana model ciut bray, banyak digandrungi cewek cowok. Apa itu celana panjang ciut bray ? Istilah itu adalah untuk menyebut celana panjang terutama yang dibuat dengan bahan serat jeans dengan ukuran ketat dari mulai pinggang, paha kemudian dari mulai lutut semakin ke bawah makin melonggar hingga sampai di betis dan kaki semakin longgar, bahkan ujung celana di bawah bisa seukuran panjang telapak kaki. Gaya celana seperti ciyut bray itu pernah digemari di era tahun 70-an. Untuk lebih yakin lagi, silahkan cek di Google/image. Lalu search dengan mengetikkan model celana panjang tahun 60-70-an untuk pria dan wanita.
Untuk busana selain celana, misalnya kaos, kemeja dan asesoris lain, memang agak berbeda. Tapi tentu saja menyesuaikan dengan celana ciut bray tadi yang akhirnya memang seperti kembali lagi ke gaya tampilan tahun 70-an. Sampai menjelang tahun 2000, gaya fashion dan busana tahun 70-an sempat disukai. Selain itu sempat juga ngetrend pakaian khas pria Jawa tradisional yang bermotif belang-belang dengan warna dominan cokelat tua dan muda. Di era tahun 90-an, untuk busana muslim khususnya muslimah yaitu hijab juga belum seramai tahun 2000-an. Setelah tren fashion dan busana ala tahun 70-an berakhir, di penghujung tahun 90-an dan memasuki tahun milenium 2000-an, corak style busana kembali bergeser dengan gaya yang lain lagi. Sempat ada tren celana dengan model baggy dan semi-baggy. Model celana baggy adalah dari mulai pinggang sampai paha, longgar lalu dari mulai ujung paha, lutut sampai ke betis hingga ke kaki mengecil. Itu yang disebut dengan celana baggy. Hijab pun sudah mulai banyak yang memakai. Pakaian muslimah dari mulai kerudung dengan berbagai model dan pasangannya sangat diminati. Setelan baju muslimahnya juga bervariasi. Ini juga mengalami peningkatan pesanan menjelang hari Raya Lebaran atau Idul Fitri. Dengan makin banyaknya wanita yang beralih memakai jilbab, butik-butik khusus pakaian muslim dan muslimah bermunculan menawarkan produk-produknya.
Apalagi yang bisa mempengaruhi fesyen ? Gaya busana yang digunakan para artis penyanyi dan bintang film yang sedang naik daun juga bisa merubah tren saat itu. Terutama jika filmnya booming atau boleh juga dikatakan masuk box office. Model busana dan macam-macam asesories yang dikenakan sang artis pemeran di film tersebut akan laku dijual di pasaran. Selain dari dunia artis film, demikian juga event besar olahraga, bisa ikut mempengaruhi gaya berpakaian, meski hanya terbatas di momen-momen tertentu saja, misalnya kalau sedang santai. Salah satu acara olahraga yang paling banyak penggemarnya yaitu sepakbola piala dunia misalnya. Kurang lebih selama satu bulan, penjualan model jersey atau kaos tim sepakbola yang dikenakan seluruh peserta turnamen amat laku. Coraknya biasanya berwarna meriah. Penjualan kaos yang paling laku biasanya untuk kaos dan setelan celana yang digunakan oleh tim juara dunia. Meski demikian jika ada jersey tim yang bukan juara dunia tapi rancangan dan model motif dan warnanya menarik, malah bisa laris manis. Dan nggak ketinggalan juga sepatu, kaos kaki yang dipakai serta sarung tangan dan topi.
Banyak lagi momen-momen yang bisa mempengaruhi gaya busana. Ada yang tren musimnya hanya sesaat dan tidak lama, seperti adanya event olahraga sepakbola tadi, adapula fashion yang lama musimnya bisa bertahun-tahun seperti model busana ala tahun 70-an dan gaya 80-an tadi yang punya ciri khas masing-masing. Namun harus diakui di jaman tahun 2000-an hingga akhir-akhir ini, dengan semakin banyaknya wanita muslimah yang beralih memakai hijab, maka ada perkembangan lain yang menarik untuk dunia fashion khususnya di Indonesia.
Berdandan dengan busana yang berbeda dan mengikuti tren yang lagi musim nggak ada masalah. Bersolek dengan pakaian gaya tahun lalu juga nggak problem. Kadang pakaian model lama kalau masih enak dipakai, walaupun sudah nggak model, malah ada yang bikin pede juga. Akhirnya semua kembali ke selera masing-masing.
 

Baca Yang Lainnya :