Maksudnya Team Order Di Balap Otomotif Termasuk MotoGP


Dalam lomba balap otomotif, strategi untuk meraih kemenangan dilakukan dengan berbagai cara, baik untuk pembalap ataupun untuk kepentingan tim. Selama strategi tersebut masih tidak melanggar regulasi yang ditetapkan pihak resmi yang berwenang, cara apapun untuk menang dan menjadi juara bisa saja dilakukan. Salah satunya adalah Team Order. Cara ini dilakukan dalam dua situasi :
1. Ketika balapan belum berlangsung.
2. Saat balapan sedang berlangsung.
Untuk nomer 1 yaitu ketika balapan belum berlangsung tentunya tidak bisa diketahui strategi apa saja yang direncanakan, itu rahasia tim. Yang bisa dilihat oleh pihak lain dan juga penonton adalah yang nomer 2, saat balapan sedang berlangsung. Salah satu contoh situasi dan kondisi yang bisa memunculkan Team Order ketika balap sedang berlangsung adalah seperti kasus berikut :
Sebuah tim balap termasuk di lomba Motogp, biasanya memiliki dua orang rider. Misalnya rider A dan rider B. Dalam sebuah musim kejuaraan balapan, kebetulan pembalap B sedang berpeluang menjadi juara dunia. Saingan terdekat B adalah pembalap dari tim lain, misalnya pembalap C. Nah, beda poin B dan C terbilang amat tipis. Poin B adalah 220 dan poin C sudah 225. Sementara kejuaraan tinggal menyisakan satu seri lagi. Tentu B dan C berusaha untuk saling berada di posisi depan, artinya finish lebih dulu untuk menjadi juara. Waktu sedang berlangsung balapan seri terakhir, di mana pebalap A, B dan C sedang leading, maksudnya sedang memimpin lomba, kebetulan B berada di belakang A, dan C ada di belakang B, jika posisi begitu tidak berubah sampai finish, maka yang terjadi dengan poin B dan C adalah : B mendapat tambahan poin 20, sehingga menjadi 220 + 20 = 240. Lalu berapa poin yang di peroleh rider C, saingannya ? Kalau dia finish di posisi 3 (di belakang B), berarti dapat tambahan poin jadi 225 + 16 = 241. Itu berarti rider C yang lebih unggul poinnya dibanding B. Berbeda kalau rider B bisa finish di depan A, sementara C tetap finish ketiga, maka poin B mendapat tambahan 25 menjadi 220 + 25 = 245 dan C tetap 241. Jadi B unggul atas C, 4 poin.
 
Baca : Perhitungan Nilai atau Poin Dalam Balap MotoGrandprix.
 
Lalu bagaimana caranya agar B bisa juara dunia ? Tidak ada pilihan, B harus bisa melewati A. Namun berhubung pembalap B sangat sulit melewati pembalap A yang sedang dalam top form-nya, saat itulah bisa saja tim mereka sepakat memberlakukan strategi Team Order. Pembalap A, rekan setim B diinstruksikan oleh timnya untuk sedikit memperlambat motornya agar B bisa melewatinya. Kalau B sudah berada di depan A dan stabil hingga finish, strategi team order berlangsung normal.
Contoh team order di balap otomotif selain MotoGP pernah dilakukan juga pada balap mobil Formula 1 atau F1 di mana saat itu pembalap Ferari asal Jerman, Michael Schumacher kesulitan untuk menyusul rekan setimnya asal Brasil, Rubens Barichello. Padahal Schumacher butuh posisi di depan Barichello. Maka terjadilah Team Order. Sangat terlihat jelas mobil yang dikemudikan Barichello diperlambat untuk memberi jalan bagi Schumi melewatinya. Dan balapanpun berakhir normal tanpa ada masalah. Michael Schumacher akhirnya juara dan mendapat poin yang diinginkan. Demikian juga di lomba balap motor MotoGP. Tapi cara team order bisa dilakukan untuk tujuan selain kasus seperti di atas tadi. Misal untuk juara konstruktor. Jadi, Team Order itu salah satu strategi untuk menang balapan.
 

Balap Motor

Juara Dunia MotoGP 2020
Joan Mir meski hanya sekali juara seri dan kalah koleksi gelar juara seri dari Franco Morbidelli dan Fabio Quartraro, tapi karena poin si Spaniard lebih banyak dibanding dua jagoan Yamaha tersebut. maka pebalap Suzuki asal Spanyol itupun berhak menjadi juara dunia MotoGP 2020. Konsisten dalam pengumpulan poin adalah kunci suksesnya.

Berikut adalah daftar para pembalap yang pernah memenangi lomba balapan ini dalam 20 tahun terakhir.

 

Baca Yang Lainnya :
lomba balap motor

Pembalap-pembalap Yang Pernah Menjuarai Lomba Balap Motor MotoGP : Valentino Rossi (Italia) – Marc Marquez (Spanyol) – Jorge Lorenzo (Spanyol) – Casey Stoner (Australia) – Nicky Hayden (Amerika Serikat) – Joan Mir (Spanyol)

Venue-Venue Yang Rutin Untuk Acara Balap Motor : Losail – Angel Nieto Jerez – Termas de Rio Hondo – Le Mans – Barcelona Catalunya – Marco Simoncelli Misano – Spielberg – Aragon – Mugello – Assen – Silverstone – Sachsenring – Brno – Americas – Motegi – Sepang – Chang – Philip Island – Ricardo Tormo.


Copyright © 2015 Pixel Theme Studio. All rights reserved.