Kamus Bahasa Sunda dan Indonesia


Halo, pembaca

Anda kenal dengan Sunda ? Ya, untuk yang sudah kenal pasti tahu kata itu, tapi yang belum kenal, Sunda adalah salah satu suku atau etnik dari Indonesia yang ada di Jawa Barat.

Bahasa Sunda

Kalau bicara tentang suku atau etnik pasti ada yang bertanya, gimana sih bahasanya ? Orang-orangnya gimana sih ? dan lain-lain. Misalnya tentang bahasa tentu kata-kata atau istilah Sunda berbeda dengan bahasa Indonesia dan bahasa etnik lainnya. Ada banyak sekali kata dan istilah bahasa Sunda yang kalau dipakai untuk bahasa Indonesia biasa, jadi terkesan lucu dan kontroversial.
Seperti daftar kata dan istilah berikut :
Ali : Orang Sunda menyebut istilah ini untuk menyebut barang perhiasan yaitu batu cincin. Namun Ali untuk Indonesia bisa juga sebuah nama orang.
Alus : Bagus, indah. Misalnya : “Kang, arlojina mani alus pisan. Sabarahaeun eta hargana ?” Artinya :”Kak, jam tangannya bagus sekali. Berapaan itu harganya ?”
Bagaimana dengan alus bahasa Indonesia ? Alus itu sama juga halus. Untuk menerangkan kondisi permukaan sebuah benda.
Amis : Di dalam bahasa Sunda, maksud dari kata amis adalah rasa manis. Lain dengan bahasa Indonesia, amis berarti aroma anyir aroma ikan, daging, bau darah.
Misal : “Rin, nyieun kopina ulah amis teuing atuh, sieun diabetes.”
Artinya : “Rin, bikin kopinya jangan terlalu manis dong, takut kena diabetes”.
Angel : Khusus yang ini satu pengecualian. Orang Sunda menyebut kata ini untuk benda yang bernama bantal. Tapi orang Inggris menggunakan kata ANGEL yang artinya malaikat.
Angkat : Kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia, kata Sunda ini artinya berangkat. Contoh : “Isuk bade angkat kamana ?” Artinya : “Besok mau berangkat kemana ?” Sementara kata angkat untuk bahasa Indonesia adalah kata kerja yang artinya memindahkan barang dari bawah ke atas.
Bangsat : Tahu apa itu maling ? Benar ! Orang Sunda memakai kata bangsat untuk menyebut seseorang yang mencuri barang orang lain. Bagaimana kalau bahasa Indonesia ? Orang Jakarta memakai kata “bangsat” untuk menghardik atau ngomel-ngomel sama seseorang. Arti kata dari “bangsat” lainnya yaitu salah satu jenis serangga kecil yang ada di kayu-kayu yang kalau menggigit bisa membuat gatal-gatal pada kulit tangan dan kaki. Serangga itu dinamakan juga tumbila.
Buah : Orang Sunda memakai kata ini untuk menyebut mangga. Tapi kalau dalam istilah bahasa Indonesia, buah adalah nama salah satu jenis tanaman.
Budak : Budak kalau dalam bahasa Sunda adalah anak. Contoh : “Jan, eta budak saha, meni bangor pisan ? Artinya : “Jan, itu anak siapa, nakal banget ? Sementara di dalam bahasa Indonesia, kata “budak” artinya adalah pekerja paksa.
Bumi : Kalau dalam bahasa Sunda, Bumi artinya adalah rumah tempat tinggal. Contoh : “Mangga atuh, ameng ka bumi abdi”. Artinya : “Silahkan mampir ke rumah saya”. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, bumi adalah salah satu planet yang kita diami sekarang ini.
Buruk : Untuk bahasa Sunda, buruk sama saja busuk untuk buah-buahan. Tapi dalam bahasa Indonesia, kata buruk artinya adalah jelek. Contoh pemakaiannya misalnya : Anak itu memiliki tabiat buruk. Nilai ujiannya buruk alias jelek.
Celengan : Sebutan untuk septic tank bagi bahasa etnik Sunda. Sedangkan kalau bahasa Indonesia, Celengan itu adalah tempat untuk menaruh uang selain dompet.
Dina : Bahasa Sunda menggunakan kata ini untuk kata penunjuk yang artinya ada di. Contoh : “Eta ucing dina jandela keur naon ?” Artinya : “Itu kucing di jendela sedang ngapain ?”. Lalu dina untuk bahasa Indonesia artinya apa ? Dina itu adalah salah satu nama orang, jadi bukan sebuah kata.
Emut : artinya adalah ingat, teringat, demikian untuk orang Sunda. Tapi untuk Indonesia, kata EMUT itu berarti memakan makanan sebelum masuk ke perut sudah habis di mulut, seperti makan permen. Ngemut permen.
Era : Orang Sunda memakai istilah kata ini untuk menyebut salah satu kata sifat yaitu : malu, perasaan malu. Untuk Indonesia, arti kata ERA adalah jaman atau masa waktu. Misal : Era kejayaan.
Gaduh : kata ini kalau di sunda artinya punya, memiliki. Tapi untuk kata bahasa Indonesia, istilah “gaduh” itu maknanya adalah berisik atau ramai.
Ganas : Kata ini adalah sebutan etnik Sunda untuk buah nanas, bagaimana kalau untuk arti di bahasa Indonesia ? Yang dimaksud dengan “Ganas” itu berarti liar, galak, buas dan yang semacam itu.
Gandeng : Kata ini dalam bahasa Sunda adalah untuk menyebut suasana yang berisik, namun untuk bahasa Indonesia, istilah gandeng dipakai untuk menyebut sebuah pekerjaan untuk menarik kendaraan lain di belakangnya misalnya atau kendaraan yang sedang mogok. Arti kata “gandeng” bisa juga memegang tangan seseorang untuk berjalan sama-sama.
Getek : kalau di Sunda artinya reaksi spontan geli, tapi untuk bahasa Indonesia, khususnya bahasa etnik Betawi, istilah getek adalah sejenis perahu kecil untuk menyeberangi sungai.
Goreng : Kata ini kalau dalam bahasa istilah Sunda artinya jelek, buruk. Bagaimana dengan bahasa Indonesia ? Goreng artinya yaitu memasak.
Hirup : Kata bahasa Sunda yang artinya hidup. Contoh : “Hirup kedah boga cita-cita upami bade sukses”. Artinya : “Hidup harus punya cita-cita kalau mau sukses.
Sementara hirup untuk bahasa Indonesia artinya : Menghisap melalui lubang hidung. Misalnya udara, aroma dan juga air atau cairan.
Hulu : Artinya adalah kepala. Tapi pemakaiannya lebih pas untuk hewan. Misal : “Iyeu lauk, HULUna piceun wae lamun teu beuki mah”. Artinya : “Ini ikan, kepalanya dibuang aja kalau nggak doyan mah’. Sementara untuk bahasa Indonesia, maksudnya hulu adalah sumber pertama sungai, lalu mengalir ke hilir dan berakhir di muara.
Istri : Bahasa Sunda memakai kata ini untuk menjelaskan jenis kelamin seorang anak. Misalnya ada pertanyaan : “Akang .. putrana istri atawa pameget ?” Artinya : Abang .. anaknya perempuan atau laki-laki ?” Jika jawabannya perempuan maka memakai kata “istri”. Lalu di bahasa Indonesia, apa arti dari kata “istri” ? Istri adalah pasangan dari suami.
Kalah : Kata bahasa Sunda ini artinya adalah malah atau malahan. Contoh : “Eta si Kerin dititah cicing di imah, kalah ulin ka Lembang.” Artinya : “Itu si Kerin disuruh diam di rumah, malah main ke Lembang”. Lalu apa arti kalah untuk bahasa Indonesia ? Artinya adalah gagal bertanding, tidak mampu bersaing.
Karang : Untuk bahasa Sunda artinya tahi lalat. Misal : “Iyeu karang naonnya dina pipi, cigana ngagedean ?” Artinya : “Ini tahi lalat apa yah di pipi, sepertinya membesar ?”
Lalu karang untuk bahasa Indonesia artinya apa ? Yaitu batu-batuan yang bertebaran di perairan laut dan juga di dasar laut.
Kena : Di kata istilah bahasa Sunda sehari-hari kata “kena” artinya naik (untuk kendaraan). Tapi kalau bahasa Indonesia, kata KENA artinya : bertemunya dua buah benda, bersentuhan, baik sengaja ataupun tidak sengaja.
Kiat : Kalau bahasa Sunda kata ini artinya kuat (tenaga dan fisik). Misalnya : “Abdi tos teu kiat deui” (Saya sudah tidak kuat lagi). Sementara arti kata “kiat” untuk bahasa Indonesia berarti cara melakukan sesuatu pekerjaan agar berhasil dengan baik.
Labuh : arti kata ini adalah jatuh kalau di Sunda, tapi kalau bahasa Indonesia, kata “labuh” artinya nama salah sati jenis buah.
Lauk : Orang Sunda menyebut kata ini untuk hewan ikan. Tapi di bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan lauk masakan yang akan dimakan.
Letak : Artinya adalah “menjilat” dalam istilah Sunsa. Sementara untuk bahasa Indonesia arti kata letak adalah untuk menerangkan tempat. “Letak kota itu di sebelah mana ?”
Loba : kalau bahasa Sunda arti kata ‘loba” yaitu “banyak”, untuk Indonesianya loba artinya pelit, kikir.
Luhur : dalam bhs Sunda artinya atas (posisi). LUHUR dlm bahasa Indonesia = mulia (dalam hal akhlak)
Mangga : Kalau untuk orang Sunda artinya silahkan, tapi untuk bahasa Indonesia, mangga itu nama satu jenis buah.
Molor : Kata ini sebetulnya dalam bahasa Indonesia juga sama-sama artinya yaitu tidur. Meski penggunaan kata “molor” untuk Sunda tergolong kasar. Lalu bedanya ? Bedanya untuk penggunaan kata istilah gaul Indonesia umumnya, kata molor dipakai untuk menyebut peristiwa yang terlambat tidak sesuai dengan jadwal karena berbagai alasan. Sama juga jam karet atau ngaret.
Oke lebih lengkapnya ini kata istilah gaul yang “kontroversial” ! Maksudnya ? Klik Saja di sini.
Muka : Untuk bahasa Sunda kata ini adalah kata kerja yang artinya membuka. Contoh : “Bade muka panto eta kumahanya ?” Artinya : “Mau membuka pintu itu gimana yah ?” Lalu kalau muka untuk bahasa Indonesia artinya ? Muka adalah wajah atau bisa juga posisi di depan atau di awal.
Mutu : pasangan cobek (ulekan). Mutunya bahasa Indonesia artinya kualitas.
Pare : Di Sunda orang menggunakan kata ini untuk tanaman padi, sebaliknya di Indonesia pare adalah jenis buah sayuran yang rasanya pahit tadi.
Paria : Untuk bahasa Inonesia artinya sama juga bermacam-macam, Aneka (varia), tapi orang Sunda menyebut paria untuk sebuah buah sayuran yang rasanya pahit.
Pegat : Arti kata bahasa Sunda ini adalah putus, untuk tali, benang dan sejenisnya. Tapi kata pegat untuk bahasa Indonesia artinya sama juga dengan kata cegat. Memberhentikan secara mendadak dari arah samping. Misalnya kendaraan yang sedang berjalan.
Pupus : Dalam bahasa Indonesia kata ini artinya adalah hapus, terhapus, sirna. Namun untuk kata bahasa Sunda, kata pupus ini artinya adalah meninggal, wafat.
Samak : Samak kalau dalam bahasa Indoensia artinya kata kerja untuk merapikan kulit binatang untuk diolah menjadi jaket, pakaian dan lainnya. Tapi orang Sunda memakai kata samak untuk menyebut sebuah tikar.
Samping : Kain (untuk bahasa Sunda). SAMPING jika dalam bahasa Indonesia berarti sisi.
Saat :artinya kering (air habis), untuk bahasa Indonesia artinya sebagai pelengkap waktu.
Sepuh : artinya tua. Dalam bahasa Indonesia sepuh berarti proses mewarnai benda dengan emas atau perak.
Situ : Untuk kata ini, bahasa Sunda dan Indonesia memiliki kesamaan yaitu telaga atau danau. Tapi di bahasa Indonesia, kata situ bisa juga untuk kata keterangan tempat. Dan khusus untuk etnik Jawa, kata SITU ini dipakai untuk kata ganti orang kedua yaitu kamu.
Suku : Kalau dalam bahasa Sunda suku itu artinya kaki. Untuk bahasa Indonesia suku itu sama saja dengan etnik.
Tabuh : Dalam bahasa Sunda, pemakaian kata ini untuk menerangkan waktu. Misal : “Tos tabuh sabaraha ayeuna ?” Artinya : “Sudah jam berapa sekarang ?” Sementara di bahasa Indonesia, kata tabuh artinya memukul. Misal : Tukang tabuh gendang yaitu tukang pukul gendang, pemain gendang.
Tarik : Di dalam bahasa Sunda, kata tarik itu artinya kencang atau keras. Misalnya : “Cing tarik atuh upami nyarios teh ” Artinya : Yang kencang dong kalau bicara”. Tapi kata tarik kalau untuk bahasa Indonesia artinya adalah kata kerja menggerakkan sesuatu ke arah kita.
Tong : dalam bahasa Sunda artinya jangan (larangan). Untuk Bahasa Indonesia, tong itu sama juga dengan tempat sampah atau drum.
Tukang : Kata ini sebagai kata keterangan untuk posisi belakang. Tapi untuk bahasa Indonesia, tukang artinya profesi sebuah keterampilan. Misalnya : Tukang bubur, tukang es dan sebagainya.
Teras : Di bahasa Sunda arti kata ini sama juga terus. Namun dalam bahasa Indonesia, kata TERAS adalah salah satu bagian dari sebuah rumah.
Teh : Adalah panggilan untuk kakak perempuan di Sunda. Sementara TEH untuk bahasa Indonesia adalah nama salah satu jenis minuman.
Tuang : Kata dari Sunda ini artinya adalah makan. Kalau dalam bahasa Indonesia, tuang adalah kata kerja yang maknanya mengucurkan benda cair ke sebuah gelas, cangkir dan mangkuk.
Ulah : Kalau orang Sunda menyebut kata ulah, berarti artinya “jangan”, sebuah kata untuk melarang. Kalau bahasa Indonesia menjadikan kata “ulah” ini sama juga dengan kelakuan atau perilaku.
Urut : Di bahasa Sunda, kata ini artinya bekas, bekas dipakai, barang bekas dan lain-lain yang pastinya bukan barang baru. Misalnya : “Iyeu mah HP urut, sanes baru. Puguh we mirah.” Artinya : “Ini sih ponsel bekas, bukan baru. Pantas aja harganya murah.”
Tapi kalau di dalam bahasa Indonesia, kata “urut” itu artinya pijat atau pijit. Pijat tangan, kaki dan bagian tubuh yang lain.
Seperti suku-suku lain di Indonesia, tidak semua suku Sunda, sama dalam berbahasa. Ada pemakaian kata-kata yang berbeda. Itulah salah satu keragaman kebudayaan daerah di Indonesia. Pengaruh-pengaruh dari teknologi komunikasi, bahasa gaul yang terus berubah sampai jaman sekarang, beberapa kata atau istilah yang disebutkan di atas sudah sangat jarang digunakan.
 

Logo Plm12COM

Opini – Dari Dunia Olahraga – Fenomena – Serba-Serbi – Entertainmen – Gaya Hidup – Kiat-Kiat, Cara-Cara, Tips dan Trik – B L O G

 

Berhubungan dengan bahasa : Kamus – Linguistik – Terms – Puisi – Aphorism – Pantun – Peribahasa – Perumpamaan – Dictionary – Dialog – EYD – Kata Baku – Tafsir – Bahasa Etnik – Language – Lingo – Dialek – Logat – Kosa Kata – Komunikasi – Interaksi – Words – BiLingual – Grammar – Translate – Terjemahan – Hasil serapan – Conversation.

Copyright © 2015 Pixel Theme Studio. All rights reserved.