Hasil babak penyisihan group belum bisa dijadikan ukuran hebatnya sebuah tim

Pertandingan-pertandingan pertama pada kejuaraan sepakbola biasanya dijalani oleh tim yang ada di beberapa group, di mana masing-masing group ada empat tim kesebelasan. Kesebelasan-kesebelasan yang ada di satu group harus bertanding satu sama lain. Jadi satu tim untuk melalui babak group ini harus menjalani tiga kali pertandingan. Babak group ini seperti sistem kompetisi, kalau kalah tapi baru sekali bertanding masih ada peluang untuk lolos ke babak berikutnya karena masih ada dua kali pertandingan lagi yang harus dijalani. Bisa dibilang kalau babak pertama group ini seperti pemanasan. Maka tidak jarang ada satu kesebelasan yang pertama kali bertanding lalu mengalami kekalahan tapi setelah menjalani dua kali pertandingan berikutnya, tim ini lolos ke babak berikutnya. Misalnya ada satu tim favorit yang kalah di pertandingan pertama tapi pada pertandingan ke dua dan ketiga, mereka menang, maka mereka berhak lolos ke babak selanjutnya. Begitu juga sebaliknya, ketika satu tim di pertandingan pertama menang tapi di dua pertandingan sisa malah kalah, maka tim itu akan tersisih. Di babak penyisihan group ini yang berhak lolos adalah juara group dan runner-up group, sementara posisi ketiga dan keempat atau juru kunci langsung tersisih tidak ikut kejuaraan lagi.
Baca : Serba-serbi Piala dunia dan yang lain-lain di sini!
Setelah dua tim berhasil lolos dari babak penyisihan group, mereka akan memasuki babak perdelapan final yang terdiri dari enam belas kesebelasan. Berbeda dengan babak penyisihan group, pada babak perdelapan final ini, sebuah tim sepakbola kalau mau terus lanjut ke level berikutnya, tidak ada pilihan lain selain harus memenangkan pertandingan. Jika kalah maka akan tersisih tidak bisa mengikuti turnamen lagi dan langsung angkat koper pulang kampung.

 
Kualitas sesungguhnya sebuah tim kesebelasan sepakbola sebetulnya bisa dinilai mulai babak perdelapan besar ini. Di babak sistem gugur, bukan cuma teknik bermain saja yang berperan tapi juga mental bertanding. Kenapa mental bertanding sangat menentukan di sini ? Menjalani pertandingan dengan tensi tinggi dan tekanan luar biasa karena kalau kalah akan langsung gugur, sangat membutuhkan ketenangan bermain yang ekstra. Tidak jarang, perang urat syaraf sering mewarnai pertandingan di babak enam belas besar ini. Pemain yang terpancing emosinya dan lepas kendali karena provokasi dari salah seorang pemain lawan, akan sangat berpengaruh pada permainan tim. Di babak perdelapan final, karena harus ada yang memenangkan pertandingan, jika selama 90 menit masih seri, sistem sepakbola menentukan pemenangnya dengan perpanjangan waktu. Jika setelah perpanjangan waktu masih juga belum ada pemenangnya, maka harus dilakukan adu penalti. Di adu penalti ini, mental sangat menentukan terutama individu. Sang algojo yang ditunjuk sebagai penendang penalti haruslah pemain yang punya ketenangan.
Setelah melewati babak enam belas besar atau perdelapan final, tim masuk ke babak perempat final. Di perempat final, pertandingan sepakbola juga bertensi tinggi dan perpotensi keras, karena jika kalah langsung gugur ini juga sama seperti perdelapan besar. Contoh pertandingan tensi tinggi dan keras adalah di piala Eropa 1996, ketika Jerman bertemu dengan Kroasia.
Babak setelah perempat final adalah semi final, di mana empat tim yang lolos dari perempat final akan bertemu satu sama lain. Berbeda dengan perdelapan final dan perempat final, kalau di babak semi final, jika sebuah tim sepakbola mengalami kekalahan maka tidak langsung gugur dan angkat koper, tapi masih ada pertandingan berikutnya yang harus dijalani, yaitu pertandingan perebutan tempat ketiga. Pertandingan di semi final juga memiliki tekanan bertanding yang tinggi. Tim-tim yang sudah berhasil tembus ke semifinal, biasanya sudah banyak berpengalaman, bahkan beberapa diantaranya adalah tim yang pernah memenangi kejuaraan sebelumnya. Yang terakhir tentu babak final atau ada istilah grand final. Pertandingan babak final ini untuk menentukan sang juara turnamen. Di babak final ini juga bisa berpotensi keras dan kasar karena pertandingan dalam tensi tinggi terutama kalau kedua tim sama kuat baik teknik dan individu. Contoh pertandingan babak final paling seru dengan tekanan tinggi adalah ketika final piala dunia antara Italia melawan Perancis pada tahun 2006.

 
Di babak penyisihan group, tim unggulan dan tim non unggulan masih terlihat sama kualitasnya.
 

sepakbola

TURNAMEN SEPAKBOLA.
Berbeda dengan sistem kompetisi yang berjalan selama setahun, durasi turnamen sepakbola berlangsung singkat, kurang lebih satu bulan seperti Piala Dunia FIFA, Piala Eropa, Copa Amerika, Piala Afrika dan Piala Asia. Diawali dengan babak penyisihan group hingga babak final, turnamen sepakbola berpotensi berlangsung keras. Bukan cuma di perdelapan final, perempat final, semi final hingga grand final, di babak penyisihan group pun bisa berlangsung panas.

Bahkan tim kelas duniapun pernah mengalami kalah telak ! : Baca selengkapnya di sini !

 

Negara-2 Yang Pernah Menjuarai Piala Dunia.

Hiburan musik dan lagu tema piala dunia.

Arena Liga Champion Eropa. Para juara & yang unik-2 lainnya dari sana.

Piala Eropa Antar Negara. Arena sepakbola yang nggak kalah spektakuler dari piala dunia.

Bola-bola dari Amerika, Asia, Afrika & Indonesia.
Bola-bola dari Amerika, Asia, Afrika & Indonesia.
 

PLM12.com

Kabar Info Dari Dunia Olahraga lainnya.

Semua Tentang Indonesia.

Dunia Islam

Inspirasi, Motivasi, Tips & Trik

I K L A N P L M 1 2

 


Piala Dunia

Piala Dunia. Pemegang supremasi sepakbola masih dipegang oleh negara-negara dari dua benua yaitu Eropa dan Amerika Selatan. Brasil, Jerman, Italia, Argentina, Uruguay, Inggris, Perancis & Spanyol.

PLM12.com : Info Dunia – Teknologi Terkini – Panorama Indonesia – Dunia Islam – Opini Olahraga Sepakbola – Olimpiade – Asia & Indonesia Sport – Cerita Singkat dari MotoGP – Inspirasi dan Motivasi – Youtube Music Video – Entertainment – Iklan – Sosialita.