Rumah Mewah dan Hunian Tipe Minimalis


Rumah besar dan mewah memang sangat membanggakan bagi sebagian orang. Dengan memiliki tempat tinggal yang luas, pengaturan ruangan jadi banyak pilihan, bisa bebas berkreasi sesuai selera. Kalaupun ada space yang lebih, bisa dimanfaatkan untuk yang lain. Misalnya untuk tempat ibadah, arena fitness atau untuk meeting dll. Tapiii …ada tapinya loh ! Tentu saja rumah yang besar dan mewah perlu budget yang wah pula. Dari mulai pertama beli atau membangunnya sampai perawatan. Itu semua sudah pasti perlu biaya ekstra. Maka ketika baru sadar atau mungkin kurang perhitungan, begitu besarnya biaya perawatan rumah mewah dan mereka tidak sanggup, akhirnya diputuskanlah untuk menjual rumah tersebut.
Bagaimana dengan rumah yang mengusung konsep minimalis ? Bagi kalangan tertentu, hunian model ini juga tidak kalah menarik. Barangkali karena mereka memang lebih suka yang simpel-simpel dan merasa nyaman dengan tipe minimalis. Mungkin juga karena terbatasnya dana untuk membeli tipe rumah yang lebih besar. Dibelilah rumah idaman tersebut.
 

Serba-Serbi Properti Lainnya :

 

Fasilitas Rumah, Sarana dan Lingkungan Pendukungnya

Rumah yang paling baik bukan cuma fasilitas interiornya saja yang lengkap dan mewah. Fasilitas lingkungan juga sangat penting, misalnya ke mana pembuangan air kotor, ke sungai atau ke drainase dan juga gorong-gorong. Punya rumah kalau pembuangannya nggak jelas, bisa nggak bagus juga. Kalau septic tank sih bisa aja dibuat di area tanah sendiri, tapi kalau pembuangan air bekas mandi atau cuci kan nggak mungkin ikut dibuang ke septic tank. Kalau di suatu daerah pemukiman memang sudah ada aliran drainase yang rapi, itu tentu menguntungkan, bisa ikut membuang ke sana, tapi kalau nggak ada ?
Yang paling asik lagi, posisi bangunan rumah di tanah yang tinggi, sehingga aliran air bisa lancar terbuang.
Itu memang menjadi banyak faktor dalam memilih rumah tinggal terutama yang bukan di komplek. Perumahan di komplek juga tidak semuanya bagus dalam hal pembuangan air limbahnya dan lagi-lagi harga bisa menentukan di sini. Misalnya ada rumah yang jalur air limbahnya bagus dan lancar tapi di pinggir jalan, misalnya jalan tol. Mau tinggal di sisi jalan yang ramai ?
Begitulah dalam memilih rumah tinggal, memang gampang-gampang susah. Tidak seperti membeli barang biasa, kalau mau membeli rumah untuk dihuni tentu saja tidak sembarangan. Karena menempati sebuah rumah itu bukan untuk sehari dua hari atau sebulan 2 bulan, tapi untuk waktu bertahun-tahun, bahkan bisa puluhan tahun. Atau memang Anda sudah terbiasa berpindah-pindah ? Baiklah ! Sampai jumpa.

Perumahan Dari Yang Sederhana Hingga Rumah di Komplek Kawasan Elit


Halo Pembaca

Dari jaman dulu hingga kekinian, nama untuk properti khususnya tempat tinggal akan terus berganti. Boleh jadi karena untuk keperluan promosi dari pihak pengembang, maka istilah untuk menyebut sebuah komplek perumahan jadi bervariasi. Ada yang namanya disesuaikan dengan banyaknya rumah yang dibangun, adapula tergantung dari mewah tidaknya hunian di lokasi tersebut. Konsep yang ditawarkan developer juga mempengaruhi nama. Tentunya dengan nama perumahan yang lebih menarik dan unik, orang terutama calon pembeli jadi penasaran, kaya apa sih tipe rumahnya atau apa saja sih fasilitasnya, di lokasi yang strategis nggak ? Nah, pembaca, berikut beberapa contoh nama dan istilah yang dipakai untuk menyebut sekumpulan rumah tinggal dari jaman ke jaman :
Perumahan. Ini istilah lama yang artinya kumpulan rumah tempat tinggal yang dibangun oleh pihak tertentu untuk masyarakat. Tentu saja untuk memiliki satu unit rumah harus dengan cara membeli. Pembelian dengan cara diangsur. Ada juga yang beli rumah di perumahan dengan cara over kredit yaitu membeli kepada pemilik lama tapi cicilan belum lunas. Contoh sederhana adalah Perumnas yaitu singkatan dari Perumahan Nasional.
Komplek. Ini kurang lebih sama dengan perumahan. Sebutan komplek ini istilah lama juga. Dulu dari pihak pemerintah seperti departemen dan instansi milik pemerintah, membangun rumah-rumah di sebuah kawasan untuk tempat tinggal para pegawainya, misalnya Komplek DPR, Bappenas, Komplek Departemen Keuangan, KOSTRAD, Polisi dan lain-lain. Komplek juga ada yang dibangun oleh pengembang swasta atau developer untuk dijual kepada masyarakat umum. Baik komplek atau perumahan, ukuran rumahnya tergantung tipe. Beda type tentu saja beda ukuran, fasilitas dan harga. Sebuah rumah di komplek ada juga yang dijadikan kontrakan oleh yang punya.
Real Estate. Ini adalah komplek perumahan juga. Lalu apa bedanya ? Real Estate adalah sebutan lama untuk komplek perumahan mewah. Dari luas tanah dan bangunan, tentu saja hunian di kawasan elit tersebut berbeda. Contohnya : Pondok Indah, Permata Hijau di Jakarta Selatan dan Pluit di Jakarta Utara. Berapa harga sebuah rumah real estate ? Pastinya lebih mahal dibanding rumah tinggal di komplek biasa. Nah untuk Anda yang punya budget melimpah, rumah real estate ini jadi pilihan.
Pemukiman. Kata istilah ini digunakan untuk menyebut lokasi rumah-rumah warga di daerah tertentu. Pemukiman bukan sebuah komplek atau perumahan. Karena bukan komplek, maka ukuran rumah di pemukiman bervariasi, tergantung ukuran luas tanah yang dimiliki oleh warga. Ada yang luas tanahnya 60 meter lalu dibangun habis tanpa sisa lahan tersebut. Ada juga yang membangun rumahnya bertingkat. Semua tergantung kesukaan pemilik. Rumah di sebuah pemukiman juga bisa diperjual belikan. Berapa harganya ? Yang pasti juta-an bahkan ada juga yang sampai milyaran. Dan tentu saja kalau mau beli harus nego dengan sang pemilik. Rumah di pemukiman biasa tidak ada yang dijual kredit, peminat serius harus bayar cash.
Rumah Kampung. Ini adalah tempat tinggal yang terletak di perkampungan biasa bukan di sebuah kawasan perumahan milik developer. Ukuran rumah kampung juga tidak seperti komplek. Luas bangunan dan luas tanahnya tergantung pemilik. Tidak ada konsep yang ditawarkan. Sama seperti rumah di pemukiman, untuk membeli sebuah rumah kampung harus dengan cara kontan alias cash. Cara lain untuk membelinya bisa juga dengan DP atau tanda jadi. Si penjual diberi sejumlah uang oleh calon pembeli, agar rumah itu tidak dijual ke orang lain. Meski begitu si pemilik rumah juga tidak mau lama-lama menunggu keputusan calon pembeli, jadi beli atau tidak. Kalau nggak jadi beli, bisa-bisa uang tanda jadinya malah hangus. Maka si calon pembeli harus cepat-cepat ambil keputusan.
Rumah Susun. Singkatannya adalah rusun. Ini adalah salah satu jenis perumahan juga. Tapi rusun ini berbentuk gedung bertingkat. Jadi sama saja komplek bertingkat. Salah satu alasan dibangunnya komplek rumah susun karena keterbatasan lahan. Alasan lainnya misalnya untuk menyediakan rumah tinggal yang lebih murah dan efisien bagi masyarakat yang butuh tempat tinggal. Sebuah rusun dibangun hingga puluhan lantai dengan aneka fasilitas yang juga tersedia. Beda dengan perumahan biasa, kalau tinggal di rumah susun, tetangga Anda selain berada di sebelah kiri kanan rumah, ada juga tetangga yang tepat di atas rumah. Selain itu ada juga rumah tetangga yang posisinya di bawah rumah. Kalau rumah Anda ada di lantai satu maka ada rumah tetangga di lantai dua, dan seterusnya.
Hunian Ini adalah istilah yang berkembang sebagai pengganti kata perumahan dan komplek. Kata hunian yang artinya rumah tinggal, dipakai hanya untuk iklan dan promosi. Misalnya hunian ekslusif, hunian mewah, hunian asri dan lain-lain. Jadi untuk percakapan biasa sehari-hari tidak ada yang mengucapkan kata hunian.
Cluster Kata ini adalah sekumpulan rumah tinggal. Sama seperti perumahan tapi areal cluster ini relatif lebih kecil. Kalau sebuah komplek bisa menempati daerah seluas puluhan bahkan ratusan hektar maka cluster hanya beberapa hektar saja. Cluster (baca : klaster) populer di tahun 2000-an. Cluster juga istilah yang digunakan untuk iklan dan promosi properti. Masing-masing cluster ada nama dan tipenya. Berapa harga rumah di sebuah cluster ? Ada yang 400 juta-an hingga 1 M, tergantung tipe dan ukurannya tentu. Cluster mewah tentu lebih mahal dibanding yang biasa.
Residence adalah kata yang berasal dari bahasa Inggris yang artinya tempat tinggal. Residence dalam beberapa tahun terakhir digunakan juga untuk tambahan kata untuk nama sebuah perumahan.
Apartemen yaitu tempat tinggal yang dibangun tidak jauh dari lokasi bisnis. Dengan fasilitas pendukung yang sesuai dan disediakan untuk kaum urban agar mudah beraktifitas di kota-kota besar. Biasanya ukuran ruangannya tidak terlalu besar. Apartemen juga banyak yang disewakan. Harga sewa apartemen bisa dipengaruhi oleh lokasi. Semakin dekat dan mudah menjangkau kawasan bisnis tentu saja bisa lebih mahal harga sewanya.
Villa. Istilah ini pada awalnya adalah sebuah rumah khusus untuk beristirahat di saat liburan di kawasan pariwisata. Namun dalam perkembangannya kata istilah “Villa” banyak digunakan untuk nama komplek perumahan yang letaknya ada di dalam kota. Kebanyakan komplek yang bernama villa tersebut ada di pinggiran kota, kondisi alamnya masih asri, banyak pepohonan besar.
Banyak lagi perumahan yang memakai kata-kata yang menarik, seperti park, land, paradise, town house, super blok dan village. Kebanyakan memang menggunakan kata dari bahasa Inggris. Masing-masing perumahan serta komplek, apapun itu sebutannya pasti menawarkan kelebihan masing-masing. Misalnya rumah dengan konsep futuristik, hunian nan ekslusif, rumah gaya minimalis dan sebutan menarik lainnya. BTW, Anda sekarang ini tinggal di mana ? Komplek perumahan atau perkampungan biasa ? Baiklah ! Di manapun Anda saat ini bertempat tinggal, semoga situasi lingkungannya selalu nyaman.
 
 

Serba-Serbi Properti Lainnya :

 

16 Jenis Bangunan Untuk Usaha Dari Yang Kecil Sampai Yang Besar


Bangunan dan tempat usaha ada bermacam-macam jenisnya, dari yang kecil sampai yang besar. Seperti juga rumah tinggal, tempat-tempat usaha seperti yang disebutkan di bawah ini juga termasuk properti. Ada yang dijual, ada yang disewakan dan juga ada yang dihuni sendiri. Peruntukannya juga berbeda-beda. Ada juga yang tadinya rumah biasa kemudian beralih fungsi menjadi ruang usaha atau aktifitas bisnis lain. Baiklah, berikut adalah beberapa contohnya :
1. Warung. Jenis bangunan ini berfungsi untuk berjualan bermacam-macam barang, dari makanan sampai peralatan rumah tangga. Bangunan untuk warung banyak yang menyatu dengan rumah tinggal. Jadi pemilik rumah menyediakan space ukuran tertentu khusus untuk warung. Warung juga ada yang berdiri sendiri, bangunannya mandiri.
2. Kios. Tempat usaha ini ruangannya biasanya kurang lebih sama dengan warung, namun banyak juga yang lebih kecil. Kios biasanya ada di pasar. Pihak pengelola pasar menyediakan sejumlah kios untuk disewakan kepada para pedagang yang ingin berjualan di sana.
3. Kontrakan. Tempat usaha ini khusus untuk disewakan oleh pemiliknya kepada seseorang atau satu keluarga. Kontrakan ada yang berbentuk petakan adapula yang seperti halnya sebuah rumah atau satu rumah dan fasilitasnya sama seperti rumah biasa. Cara pembayarannya ada yang bulanan ada pula yang bayarnya tiap tahun, tergantung nego awalnya.
4. Kos-kosan. Kalau dilihat dari ukurannya, kos-kosan ini biasanya lebih kecil dari kontrakan. Tempat menginap ini banyak yang disewa oleh para mahasiswa dan dan juga karyawan yang karena tidak butuh tempat yang besar, mereka memilih ngekost saja. Karena ruangannya kecil itulah, maka sewa ruangan kos-kosan relatif lebih murah dibanding rumah kontrakan. Bayarnya ada yang mingguan, bulanan dan tiap beberapa bulan. Lokasi kos-kosan juga tidak jauh dari pusat bisnis dan perkantoran.
5. Toko. Ini adalah tempat berjualan aneka macam barang termasuk makanan dan minuman. Secara spesifik misalnya : Toko Kue, Toko Roti, toko beras, Toko obat, toko perhiasan dan lain-lain. Bangunan toko ini ada yang menyatu dengan rumah adapula yang tersendiri.
6. Stand. Tempat berjualan ini khusus di arena pameran dan juga bazaar. Jadi stand ini keberadaannya sangat singkat, mengikuti lamanya pameran atau bazaar tersebut. Kalau pameran berlangsung selama satu minggu maka stand pun dibuka selama seminggu. Jika pameran berlangsung satu bulan, maka stand pun hanya buka selama sebulan. Bentuk ruangan stand memang fleksibel dan semi permanen, mudah dibongkar pasang, kenapa ? Karena jangka waktu dipakainya sangat singkat sesuai dengan eksebisi.
7. Pasar.Tempat usaha ini adalah induknya dari toko, kios dan gerai. Jadi di dalam sebuah bangunan pasar ada puluhan bahkan ratusan toko yang bisa disewakan dan juga dijual.
8. Ruko. Kata ini mulai dikenal di akhir tahun 80-an. Ruko adalah singkatan dari rumah toko. Jadi dalam satu blok bangunan biasanya di lantai bawah dipakai untuk toko, lalu di lantai atasnya ditempati untuk rumah tinggal. Toko untuk apa ? Untuk menjual apa saja termasuk makanan dan minuman. Belakangan ruko cuma hanya istilah saja karena fungsinya benar-benar untuk usaha baik lantai bawah maupun yang di lantai atasnya. Ruko dibangun ada yang dua lantai, ada yang tiga lantai sampai empat lantai. Ruko dibangun untuk disewakan.
9. Villa : Bangunan ini adalah tempat yang dimanfaatkan untuk beristirahat terutama saat hari libur. Settingan ruangannya bisa saja sama dengan rumah tapi ada fasilitas untuk rileks lain seperti kolam renang, jogging track dan arena bermain anak. Villa ada yang berkelas standar ada pula yang kelas mewah yang tentunya memiliki kelengkapan yang istimewa. Sebuah villa dibangunbiasanya ada di daerah yang jauh dari kota yang bising, misalnya di pegunungan dan ada pula yang di pesisir pantai. Yang pasti jauh dari perkotaan dan area bisnis. Villa dibangun pemiliknya ada yang khusus untuk keluarga saja tapi ada juga yang peruntukannya disewakan.
10. Gudang. Ini adalah bangunan untuk menaruh barang-barang baik dalam kondisi baru maupun barang bekas. Bentuk bangunan untuk gudang biasanya cuma satu lantai tapi ruangannya tinggi bisa setara dengan tiga lantai. Karena gudang fungsinya untuk menaruh barang, maka kalau barang yang ditaruh di dalamnya terdiri dari ribuan item tentu butuh setting ruangan yang disesuaikan dan bisa ke atas.
11. Pabrik.Jenis bangunan ini adalah tempat untuk membuat atau memproduksi barang, dari mulai yang kecil dan sederhana, produk teknologi tinggi sampai barang yang besar dan rumit. Lokasi pabrik harus di daerah yang khusus, jauh dari kota ataupun desa. Sering kita dengar ada istilah kawasan industri. Itulah sebuah daerah yang banyak berdiri pabrik-pabrik.
12. Gedung bertingkat. Dari namanya saja sudah jelas bahwa bangunan ini dibuat beberapa lantai. Mulai dua lantai hingga puluhan lantai, tergantung kebutuhannya. Peruntukan gedung bertingkat ada yang untuk perkantoran, hotel, mall atau pusat perbelanjaan, parkiran dan tempat usaha lain-lain.
13. Pencakar Langit. Dalam bahasa Inggris disebut dengan Sky Scrapper. Pencakar langit adalah gedung bertingkat juga. Bedanya kalau pencakar langit tingginya bisa ratusan meter dan terdiri dari puluhan lantai bahkan mencapai seratusan lantai. Di dalam gedung pencakar langit juga dimanfaatkan untuk perkantoran, supermarket, hotel, restoran dan tempat pertemuan lain. Karena spektakuler dan tingginya bangunan ini, maka properti raksasa ini bisa juga menjadi obyek pariwisata. Sebuah sensasi yang berbeda ketika bisa memandang ke bawah dari ketinggian.
14. Tower. Berasal dari bahasa Inggris yang artinya menara. Kalau mendengar kata tower atau menara maka akan terbayang sebuah bentuk bangunan yang ramping dan tinggi yang fungsinya untuk komunikasi. Namun istilah tower juga digunakan untuk nama sebuah bangunan tinggi dan ukurannya besar yang gunanya bermacam-macam alias multi fungsi, seperti untuk hotel, kantor dan restoran.
15. Convention Hall.Ini adalah bangunan untuk pertemuan. Di gedung besar ini juga sering digunakan untuk pameran, eksebisi dan juga bazar. Promosi sebuah produk barang dan jasa melalui sebuah pameran sering berlangsung di lokasi ini. Di convention hall juga kadang disewa untuk wedding party dan perayaan ulang tahun.
16. Aula.Bangunan ini biasanya berdekatan dengan gedung resmi. Ini adalah bangunan serba guna. Kurang lebih sama dengan convention Hall, fungsi aula utamanya adalah untuk kegiatan pertemuan namun kerap kali juga dipakai untuk kegiatan bazar aneka produk barang dan disewakan untuk acara resepsi pernikahan dan hajatan lain.
Demikianlah beberapa bentuk bangunan dan fungsinya terutama untuk tempat usaha. Nah dari daftar properti yang disebutkan di atas, Anda termasuk pemilik yang mana ? Atau berniat ingin beli ? Atau malah menjual ? Baiklah ! Selamat beraktifitas !
 

Serba-Serbi Properti Lainnya :

 

Tempat Makan Yang Asik Menjual Jajanan yang Enak ?


Banyak sekali pilihan tempat-tempat penjual makanan baik untuk sarapan maupun hanya untuk sekedar cemilan. Dari yang menyediakan makanan biasa-biasa aja seperti di pinggir jalan, di lokasi khusus yang dibangun untuk tempat jajan hingga lokasi bersantap di hotel-hotel mewah berbintang. “Mau cari tempat makan yang enak di mana yah ? “Ntar mo makan siang di mana nih!””Bosen makan di situ melulu, cari suasana lain yuuk ” Okelah ! Silahkan pilih. Untuk lebih lengkapnya berikut beberapa jenis tempat makan dan jajan yang biasa dikunjungi dan sesuai dengan keperluan acaranya. Dari mulai yang kecil hingga yang besar. Dari yang sederhana sampai yang berkelas :
Warung : Tempat orang berjualan bermacam-macam kebutuhan termasuk makanan dan minuman. Tapi kalau ada sebuah warung lalu diikuti dengan kata nasi, maka bisa dipastikan itu adalah tempat khusus untuk makan dan sarapan saja termasuk minuman. Warung ini ada yang buka sampai malam bahkan 24 jam ada juga cuma sampai jam 10 malam.
Warteg : Ini adalah singkatan dari Warung Tegal yang lebih spesifik lagi dan memang tempat untuk makan-makan. Entah karena pada mulanya yang buka warung ini adalah orang Tegal, tapi kuliner yang dijualnya memang, masakan khas Indonesia termasuk soto. Rumah makan kecil yang untuk sarapan pagi dan siang bahkan ada yang sampai malam ini belakangan makin populer dengan singkatan Warteg.
Kedai :> Istilah ini sama juga dengan warung makan. Di kedai banyak juga menyediakan minuman seperti kopi dan teh.
Rumah makan. Tempat ini memang spesial untuk makan-makan dari yang ringan sampai sarapan lengkap. Misalnya rumah makan Padang, rumah makan Sunda, Rumah makan khas Aceh dan lain-lain. Pada umumnya ruangan untuk sebuah rumah makan yang juga disingkat RM, lebih besar dari warung makan dan warteg serta kedai. Beberapa jenis minuman pastinya juga tersedia di sana.
Kafe. Tempat ini adalah semacam restoran juga tapi setting ruangannya berbeda karena dibuat khusus untuk suasana yang santai dan pengelolanya menyediakan juga hiburan musik dan lagi dari musisi-musisi yang diundang di sana. Makanan dan minuman yang dijual tidak terlalu berat seperti di rumah makan. Meski begitu cukup bikin kenyang pengunjung. Fasilitas lainnya adalah jaringan WiFi Internet. Jadi kafe ini lebih cocok untuk tempat nongkrong, kongkow-kongkow. Dibuka sampai malam hari.
Toko. Sejak dahulu tempat ini adalah untuk berjualan aneka macam barang termasuk juga makanan dan minuman. Secara spesifik lagi jika ada sebuah toko dengan menyertakan kata seperti : Toko Kue dan Toko Roti, maka toko itu memang hanya menjual khusus makanan saja untuk dibeli, bukan tempat untuk bersantap seperti halnya rumah makan.
Pasar Swalayan. Di pasar ini calon pembeli yang datang bisa memilih sendiri barang yang akan dibeli lalu bayar di kasir. Adakah tempat jajan di pasar ini ? Seperti biasa karena sebuah pasar adalah tempat yang ramai pengunjung maka di sekitarnya akan bertumbuhanlah bisnis-bisnis lain termasuk para penjual aneka jajanan makanan dan kue-kue plus minuman.
Mini market. Bermacam-macam produk ada dijual di tempat ini. Segala macam makanan, minuman, kebutuhan rumah tangga misalnya sabun, pasta gigi, sabun cuci, pembersih, obat-obatan ringan dan lain-lain, ada tersedia. Di mini market seperti juga pasar swalayan, para calon pembeli yang berkunjung bisa memilih dan mengambil sendiri barang-barang yang dicari. Itulah yang disebut dengan istilah swalayan. Jadi mini market dan super market adalah istilah asing dari pasar swalayan. Setelah memilih, lalu barang-barang belanjaan dibawa pulang ? Eit ! Bayar dululah di kasir, he he he, seperti di pasar swalayan tadi. Terus ada tempat jajankah di mini market ? Akhir-akhir ini juga di area mini market, misalnya di parkiran, ada beberapa counter kecil penjual makanan dan minuman.
Super Market. Tempat belanja ini sama dengan mini market tapi ukuran ruangannya lebih besar beberapa kali lipat. Dengan begitu tentu saja barang-barang yan dijual lebih banyak dan bervariasi. Berbeda dengan mini market yang di sekitarnya hanya ada konter kecil penjual kuliner, di supermarket bahkan ada restoran kecil dan kafe. Itu salah satu perbedaan dengan minimarket.
Hypermart. Istilah asing ini adalah sama seperti super market. Hypermart ini muncul pertamakali setelah hadirnya salah satu jaringan supermarket terkenal dari luar negeri. Seperti biasa di mana ada keramaian seperti hypermart ini maka berjamuran pula bisnis-bisnis lain di sekitarnya seperti tempat makan-makan dan aneka jualan kuliner.
Pujasera. Ini singkatan dari pusat jajan serba ada. Yang namanya jajan tentu lebih bernuanasa makan-makan dan juga beli makanan, kue, roti, minuman dan kuliner lainnya.
Toserba. Singkatan dari toko serba ada. Toserba ini mirip dengan mini market dan super market. Barang-barang yang dijual dari berbagai macam jenis dan kebutuhan termasuk makanan dan minuman.
Waserba. Ini adalah kependekan dari Warung serba ada. Yang namanya warung tentu juga menjual makanan dan minuman. Deengan makin banyaknya mini market, belakangan istilah waserba sudah tidak populer lagi.
Food Court. Istilah ini kurang lebih sama dengan pujasera. Hanya istilah saja yang berbeda. Food court berasal dari bahasa Inggris yang artinya adalah arena tempat makan-makan. Ada banyak penjual yang berdagang aneka jenis kuliner dan juga minuman di food court ini.
Restoran. Hampir semua orang pasti tau kata ini. Sama dengan rumah makan. Lokasi tempat makan-makan ini ada yang di pinggir jalan dan menempati gedung sendiri adapula yang berada di dalam satu gedung, hotel dan mall misalnya.
Resto. Istilah ini adalah kependekan dari restoran. Karena pengaruh pergaulan, kata restoran disingkat menjadi resto.
Mall. Ini adalah sebuah tempat berupa gedung yang terdiri dari beberapa lantai untuk tempat berkumpulnya para pedagang dan pengusaha berbagai jenis produk termasuk yang jualan makanan. Mini market, supermarket, Restoran, kafe, food court dan toko-toko kecil makanan pun pasti ada di mall ini.
Hotel Ini lebih besar lagi, dalam arti bangunannya. Di dalam sebuah hotel disamping ada tempat menginap dan perkantoran, tentu ada juga tempat bersantap yang umumnya adalah restoran dan kafe.
Oke ! Itulah beberapa lokasi untuk makan-makan dan juga jajan yang biasa dikunjungi yang masing-masing menawarkan berbagai layanannya untuk menarik para pengunjung yang ingin makan. Ada yang buka 24 jam adapula yang hanya sampai sore dan buka hingga tengah malam lalu tutup.Beberapa tempat jajan dan makan yang mahal ada juga yang bilang : “Ah di situ mah, menang tempatnya doang, makanannya kurang enak !”. Sebaliknya makan-makan dan beli jajanan di tempat yang nggak terlalu mahal dan juga murah, bisa juga malah nikmat. Semua memang banyak penyebabnya. Kalau lagi lapar, makanan yang biasa-biasa aja pasti jadi enak. “Namanya juga lapar…” Tapi kalau perut memang sudah kenyang, biar disuguhin makanan yang mahal bahkan gratis, apa masih mau disantap juga ? “He he he…perut sudah begah gini ditraktir makanan mahal ?” “Gimana yah ?” “Makan nggak yah ?”
Oke deh ! Selamat beraktifitas dan bersantap !
 

Baca Lagi Yang Lainnya :

 

Bangun Rumah, Beli Baru atau Cari Rumah Lama ?


Kalau ingin membeli rumah baru di mana saja itu lokasinya, tidak perlu memikirkan banyak tentang hal-hal teknis dibandingkan dengan membangun rumah. Banyak pilihan dari pengembang properti perumahan baik yang terkenal ataupun yang tidak, yang menawarkan berbagai fasilitas tempat tinggal untuk dihuni. Dari mulai kelas RSS sampai tipe Real Estate. Hunian dengan fasilitas pra sarana dari cluster-cluster dan perumahan dari berbagai kelas bisa dipilih. Standarnya tentu saja mengikuti tren properti kekinian, konsep masa depan.
Tinggal survey lokasi, mungkin bersama keluarga, cek rumah beberapa type dengan segala fasilitas yang ditawarkan termasuk lingkungannya bagaimana. Bila yakin cocok, langsung deal.
Beda halnya untuk membangun rumah baru. Pastinya juga harus mengikuti perkembangan jaman, konsep modern, gaya futuristik dan juga ada yang minimalis dan istilah dalam dunia properti lainnya. Banyak yang berpendapat kalau membangun rumah baru lebih puas dan sesuai keinginan si pemiliknya ketimbang membeli rumah lama. Rumah baru ketika pembangunannya berlangsung, setiap bagian-bagian dan sudut-sudut ruangannya tentu saja diketahui secara pasti dan bisa dikontrol. Dari mulai kamar mandi, toilet dan septic tank nya, ruang tamu, dapur dan kamar tidur termasuk garasi sampai atap rumah. Dengan catatan, yang punya rumah harus rajin mengawasi tukangnya. Kekhawatiran akan rapuhnya bahan-bahan bangunan, nyaris tidak ada. Tapi untuk membangun rumah baru biasanya waktunya lebih lama dibanding membeli rumah yang sudah jadi. Begitulah, namanya juga rumah baru, tentu menggunakan material bahan bangunan baru.
Lalu bagaimana dengan yang ingin membeli rumah lama ? Rumah yang pernah ataupun sedang ditempati oleh orang lain ? Ada yang bilang bahwa rumah lama itu sudah ketinggalan jaman modelnya, banyak yang nggak pas dengan selera pembelinya, jika dia berniat mau beli. Kalau membeli rumah yang sudah lama yang sudah pernah ditinggali terutama yang sudah belasan tahun, sangat berresiko karena tidak tau tentang kondisi bagian-bagian rumah. Itu berlaku untuk rumah komplek perumahan maupun rumah di kawasan perkampungan. Maka wajar saja ada orang yang beli rumah lama, meskipun masih terlihat mulus, kemudian melakukan rombakan besar, renovasi banyak dari mulai bagian depan sampai belakang.
“Wah ! ujung-ujungnya bisa memakan biaya yang tidak murah nih !” Kalaupun masih ada juga orang yang senang dan berniat membeli rumah lama, boleh jadi karena dia senang apa adanya, mungkin lingkungan sekitarnya terasa nyaman, daerahnya juga tampak asri, bebas banjir, lokasinya di pinggir jalan, strategis dekat dengan fasilitas umum, sekolah, pasar, mall dan tempat umum lainnya. Atau juga berniat untuk menjadikan rumah itu untuk tempat usaha yang tidak butuh banyak renovasi dan lain-lain penyebabnya. Barangkali juga rumah itu memang terkesan antik. Bentuknya yang unik, mungkin bergaya klasik tempo doeloe yang membuat orang suka. Atau …. beli rumah lama karena bekas ditempati oleh seorang artis terkenal ? “He he he … biar ikut ngetop juga deh !” Begitulah ! Namanya juga selera. Orangkan beda-beda Ada orang yang senang membangun atau membeli rumah baru di sebuah hunian yang futuristik, ada juga yang berniat membeli bangunan rumah gaya lama karena dia melihat ada keistimewaannya.
Yang jelas untuk mereka yang membeli rumah lama, apapun alasannya tentu harus dipikirkan juga untuk perbaikan-perbaikan. Namanya aja bangunan lama, pastinya ada material yang sudah tua, temboknya banyak retaklah, catnya sudah kusam, kayu kusen yang keropos dan lain-lain. Dan untuk yang senang membeli rumah lama karena alasan model kuno tapi antik dan keunikannya, dalam melakukan perbaikan, jangan sampai merubah bentuk aslinya. Kalau sampai banyak perubahan dan merubah bentuk aslinya yang unik untuk apa dibeli ? Tapi pastinya, baik mau membeli dan membangun rumah baru atau berniat membeli rumah lama, itu sama-sama harus punya dana cadangan, budget ekstra. Untuk apa ? Biasanya yang namanya membangun rumah ataupun renov rumah lama, ada aja yang kurang. Kalau tidak disikapi dengan bijak dan mengikuti hawa nafsu macam-macam, nambah itu, pasang ini, kurang di sana-sini, maka biaya untuk rumah akan jadi terus membengkak tak terkendali yang akhirnya tidak sesuai dengan rencana awal. Sama juga dengan beli rumah baru, meski relatif tidak terlalu besar biaya penambahannya. Persiapkan sebelumnya dengan cermat sebelum membeli tempat tinggal. Teliti Sebelum Membeli. Rencanakan dengan pasti dan tertulis agar tidak lupa mau punya rumah model apa dan bagaimana bentuknya.
 

Serba-Serbi Properti Lainnya :

 

Mau Beli Rumah Tinggal Di Mana ?


Tanah dan rumah di Jakarta dan kota-kota besar Indonesia lainnya setiap tahun harganya pasti naik bahkan cenderung kemahalan. Begitu juga dengan properti jenis lain misalnya ruko, apartemen, gudang, pabrik dan lahan perkebunan yang luas.
Yang namanya cari rumah tempat tinggal itu gampang-gampang susah. Kalau nggak hati-hati dan cermat bisa jadi bikin bingung pembeli yang malah akhirnya nggak jadi kebeli, uangnya sudah terlanjur berkurang untuk biaya ongkos ini itu dan macam-macam yang tak terduga.
“Cari rumah murah susah, kalo rumah yang mahal banyak”. Itu salah satu pendapat. Jadi lagi-lagi punya uang banyak akan lebih mudah memilih alias banyak pilihan.
Memang, jaman sekarang, karena kondisi finansial yang pas-pasan, misal punya uang hanya 100 juta, banyak orang yang membangun rumah tinggal dengan ala kadarnya. Misalnya sewaktu sudah jadi dan akan dihuni, beberapa sisi temboknya masih belum diplester sehingga masih kelihatan batu batanya. Atau kalaupun dindingnya sudah diplester tapi belum diaci, masih kasar alias belum mulus. Sebagian plafond di bagian dalamnya juga belum ada. Dan bagian-bagian lain dari rumah yang belum lengkap. Itu berlaku untuk rumah yang bukan komplek. Maklumlah keterbatasan budget. “Yang penting nggak kehujanan dan kepanasan dulu deh, Pak ! Nanti kalo ada uang, bisa nyicil untuk ngebagus bagusin lagi bagian-bagian yang belum selesai”. Dan yang lebih utama lagi adalah sudah punya surat-surat status kepemilikan rumah yang resmi dan lengkap, misalnya AJB dan Sertifikat Hak Milik. Sekali lagi ! : “Yang penting punya dulu, Pak, urusan rumah keren dan mulus, itumah nanti belakangan. Daripada nggak punya rumah dan terpaksa harus cari-cari kontrakan. Beda dengan rumah di perkampungan, kalau rumah di komplek, cluster dan hunian lainnya, sudah terencana dengan matang oleh pihak pengembang. Harga pun tentu saja berbeda dengan rumah kampung biasa.
Sehubungan dengan terus merangkak naiknya harga properti, biasanya kalau rumah seseorang yang ada di Jakarta dan kota besar lainnya laku dijual, nyari rumah lagi mengarah keluar kota Jakarta, misal di daerah Tangerang dan Bekasi bahkan Bogor, karena untuk orang-orang yang sudah tinggal puluhan tahun di Jakarta, membeli rumah tinggal di Jakarta lagi hampir mustahil dengan uang yang didapat dari hasil penjualan rumah tadi, kecuali yang masih senang tinggal di Jakarta, atau senang tinggal di apartemen. Kalau harus begitu mau nggak mau harus cari dana tambahan alias nombok.
Jakarta sepertinya bukan kawasan untuk perumahan lagi apalagi perkampungan seperti dulu. Jakarta untuk mereka-mereka yang mau membangun gedung dan mega proyek dan juga untuk pariwisata. Ada juga sih, yang masih senang di ibukota tersebut, tapi sudah benar-benar pinggiran, seperti di Lenteng Agung dan sekitarnya. Yang paling realistis untuk beli rumah tinggal harus di luar Jakarta, misalnya Bogor, Tangerang, Bekasi dan Depok. Jaraknya kejauhan ? Nggak juga, karena dengan dibangunnya infrastruktur perkotaan seperti jalan tol, Commuter, MRT, jalur kereta rel ganda hingga ke daerah Bogor dan Sukabumi, maka waktu tempuh menuju Jakarta bisa lebih cepat dibanding jaman dulu. Jadi sebetulnya selama masih di kawasan Jabodetabek, kini tidak ada yang namanya daerah terpencil apalagi terisolasi. Atau mungkin pembaca punya informasi tentang daerah terpencil dan terisolasi di Jabodetabek ? Tentu itu info menarik !
Baiklah ! Sekali lagi, harga properti setiap tahun naik terus termasuk di kota-kota besar lain di Indonesia. Salah satu yang menyebabkan mahalnya harga adalah ramainya daerah itu. Karena semakin ramai sebuah kota atau wilayah maka akan makin bisa menguntungkan pemilik bangunan karena daerah yang ramai bisa memanfaatkan propertinya untuk membuka usaha atau bisa juga disewakan. Demikian sekilas opini tentang properti. Selamat beraktifitas !
 

Serba-Serbi Properti Lainnya :

 

Copyright © 2015 Pixel Theme Studio. All rights reserved.