Barang Baru Harga Murah, Yang Seken Tapi Mahal, Pilih Mana ?


Pembaca yth,

Yang namanya barang seken itu pasti barang bekas. Biar itu barang belum pernah dipakai dan masih di dalam kardus, tetap saja kalau ditawarkan ke orang, disebutnya bukan barang baru lagi, bukan gres. Misalnya HP atau ponsel dan juga barang elektronik lain. Kamu boleh saja bilang : “Friend, lo mo bayarin hape gw ga ? Butuh uang nih, Gw baru beli ini hape tadi siang, belum sempet dipakai, masih ada kardusnya nih, pokoknya 100 persen baru deh !” “Brapa lo mo jual ?” “Gw beli tadi 3 juta” Jawab yang ditawarin : “Dua setengah juta deh, langsung cash nih !”. Berkurang kan harganya ? Padahal itu HP belum pernah digunakan, asesoriesnya masih lengkap termasuk dusnya. Orang lain pasti nawar meski itu dibilang barang baru. Mau itu ponsel spartphone, IPhone, Notebook dan gadget lainnya.. Baik yang bermerk terkenal sampai merek abal-abal, tetap aja dibilang barang bekas alias seken. Ya kan ? Jadi tipsnya agar barang second itu masih ditawar lumayan dengan harga bagus, pertama : Kardusnya harus masih ada dan utuh, asesorisnya juga masih lengkap, barangnya misalnya smartphone belum baret-baret. Masih ada kwitansi pembeliannya untuk klaim garansi. Minimal harganya nggak jatuh jatuh amat biarpun lebih murah dari harga barunya.
Kata seken aslinya dari bahasa Inggris yaitu second. Second kalau diartikan ke bahasa Indonesia adalah detik dan kedua. Barang second hand adalah barang di tangan kedua.
Atau kamu memang tetap mau beli juga barang seken yang masih 100 persen baru dengan harga sama yang di tokonya ? “Oke ! Nggak masalah sih !” Kalau memang lagi butuh itu barang atau kamu fanatik dengan merek Smartphone tertentu, no problem. Bisa juga karena itu barang seken kebetulan sangat susah dicari di pasaran dan kamu punya card memory yang isinya data penting dan kartu memori itu hanya pas di slot ponsel itu, terpaksa deh berapapun harganya, bayar sajalah, namanya juga butuh. Jadi barang seken alias barang bekaspun bisa saja harganya jadi lebih mahal karena hal-hal yang spesifik.
Barang baru tapi murah.
Kalau persaingan semakin ketat karena banyak merek lain untuk barang sejenis, maka terpaksa harus menurunkan harga, bagaimanapun caranya. Mau bertahan dengan harga lama yang mahal ? Coba aja ! Yang namanya orang kan pasti cari barang yang murah, meski nggak semuanya begitu. Ada juga orang yang tetap membeli barang yang mahal. Penyebabnya antara lain : Mereka bangga memakai barang yang berkualitas. Barang mahal kan pasti berkualitas. Harga kan nggak bohong. Ada juga yang berprinsip : “Gw sih mendingan nahan nggak beli sampai ada produk baru yang berkualitas dan merek yang sama daripada beli barang yang kw atau barang murahan”.
Bagaimana dengan HP ? HP atau ponsel kan barang dengan teknologi yang cepat berubah. Dengan fitur-fitur yang semakin menarik, tentu saja ponsel model lama jadi kelihatan usang dan ketinggalan. Namun meski begitu ada juga orang yang nggak mempedulikan cepatnya teknologi komunikasi gadget. Mereka lebih mementingkan komunikasi dengan lainnya secara cepat dan efisien. Akhirnya walaupun menggunakan ponsel model lama tapi yang penting bisa untuk ngobrol, itu jadi pilihannya. Mereka nggak suka berkomunikasi chatting misalnya melalui Whatsapp atau Telegram dan juga video call. Karena banyak komunikasi lewat media sosial itu lama balasannya. Mereka lebih suka to the point, ngomong langsung dijawab, selesai deh urusan. Jadi lagi-lagi barang seken model lama bisa saja masih bertahan dan banyak yang jual karena alasan-alasan tertentu.
HP seken yang model lama dan tidak banyak fitur aplikasinya biasanya lebih tahan banting. Maksudnya bukan itu ponsel kalo dibanting anti pecah, tapi kekuatan system komunikasinya stabil. Karena salah satunya juga OS nya belum terlalu rumit. Gadget model sekarangkan banyak fiturnya, lalu aplikasinya bermacam-macam dari yang untuk komunikasi biasa hingga aplikasi hiburan dan online lainnya.

Copyright © 2015 Pixel Theme Studio. All rights reserved.