16 Jenis Bangunan Untuk Usaha Dari Yang Kecil Sampai Yang Besar

Bangunan dan tempat usaha ada bermacam-macam jenisnya, dari yang kecil sampai yang besar. Seperti juga rumah tinggal, tempat-tempat usaha seperti yang disebutkan di bawah ini juga termasuk properti. Ada yang dijual, ada yang disewakan dan juga ada yang dihuni sendiri. Peruntukannya juga berbeda-beda. Ada juga yang tadinya rumah biasa kemudian beralih fungsi menjadi ruang usaha atau aktifitas bisnis lain. Baiklah, berikut adalah beberapa contohnya :
1. Warung. Jenis bangunan ini berfungsi untuk berjualan bermacam-macam barang, dari makanan sampai peralatan rumah tangga. Bangunan untuk warung banyak yang menyatu dengan rumah tinggal. Jadi pemilik rumah menyediakan space ukuran tertentu khusus untuk warung. Warung juga ada yang berdiri sendiri, bangunannya mandiri.
2. Kios. Tempat usaha ini ruangannya biasanya kurang lebih sama dengan warung, namun banyak juga yang lebih kecil. Kios biasanya ada di pasar. Pihak pengelola pasar menyediakan sejumlah kios untuk disewakan kepada para pedagang yang ingin berjualan di sana.
3. Kontrakan. Tempat usaha ini khusus untuk disewakan oleh pemiliknya kepada seseorang atau satu keluarga. Kontrakan ada yang berbentuk petakan adapula yang seperti halnya sebuah rumah atau satu rumah dan fasilitasnya sama seperti rumah biasa. Cara pembayarannya ada yang bulanan ada pula yang bayarnya tiap tahun, tergantung nego awalnya.
4. Kos-kosan. Kalau dilihat dari ukurannya, kos-kosan ini biasanya lebih kecil dari kontrakan. Tempat menginap ini banyak yang disewa oleh para mahasiswa dan dan juga karyawan yang karena tidak butuh tempat yang besar, mereka memilih ngekost saja. Karena ruangannya kecil itulah, maka sewa ruangan kos-kosan relatif lebih murah dibanding rumah kontrakan. Bayarnya ada yang mingguan, bulanan dan tiap beberapa bulan. Lokasi kos-kosan juga tidak jauh dari pusat bisnis dan perkantoran.
5. Toko. Ini adalah tempat berjualan aneka macam barang termasuk makanan dan minuman. Secara spesifik misalnya : Toko Kue, Toko Roti, toko beras, Toko obat, toko perhiasan dan lain-lain. Bangunan toko ini ada yang menyatu dengan rumah adapula yang tersendiri.
6. Stand. Tempat berjualan ini khusus di arena pameran dan juga bazaar. Jadi stand ini keberadaannya sangat singkat, mengikuti lamanya pameran atau bazaar tersebut. Kalau pameran berlangsung selama satu minggu maka stand pun dibuka selama seminggu. Jika pameran berlangsung satu bulan, maka stand pun hanya buka selama sebulan. Bentuk ruangan stand memang fleksibel dan semi permanen, mudah dibongkar pasang, kenapa ? Karena jangka waktu dipakainya sangat singkat sesuai dengan eksebisi.
7. Pasar.Tempat usaha ini adalah induknya dari toko, kios dan gerai. Jadi di dalam sebuah bangunan pasar ada puluhan bahkan ratusan toko yang bisa disewakan dan juga dijual.
8. Ruko. Kata ini mulai dikenal di akhir tahun 80-an. Ruko adalah singkatan dari rumah toko. Jadi dalam satu blok bangunan biasanya di lantai bawah dipakai untuk toko, lalu di lantai atasnya ditempati untuk rumah tinggal. Toko untuk apa ? Untuk menjual apa saja termasuk makanan dan minuman. Belakangan ruko cuma hanya istilah saja karena fungsinya benar-benar untuk usaha baik lantai bawah maupun yang di lantai atasnya. Ruko dibangun ada yang dua lantai, ada yang tiga lantai sampai empat lantai. Ruko dibangun untuk disewakan.
9. Villa : Bangunan ini adalah tempat yang dimanfaatkan untuk beristirahat terutama saat hari libur. Settingan ruangannya bisa saja sama dengan rumah tapi ada fasilitas untuk rileks lain seperti kolam renang, jogging track dan arena bermain anak. Villa ada yang berkelas standar ada pula yang kelas mewah yang tentunya memiliki kelengkapan yang istimewa. Sebuah villa dibangunbiasanya ada di daerah yang jauh dari kota yang bising, misalnya di pegunungan dan ada pula yang di pesisir pantai. Yang pasti jauh dari perkotaan dan area bisnis. Villa dibangun pemiliknya ada yang khusus untuk keluarga saja tapi ada juga yang peruntukannya disewakan.
10. Gudang. Ini adalah bangunan untuk menaruh barang-barang baik dalam kondisi baru maupun barang bekas. Bentuk bangunan untuk gudang biasanya cuma satu lantai tapi ruangannya tinggi bisa setara dengan tiga lantai. Karena gudang fungsinya untuk menaruh barang, maka kalau barang yang ditaruh di dalamnya terdiri dari ribuan item tentu butuh setting ruangan yang disesuaikan dan bisa ke atas.
11. Pabrik.Jenis bangunan ini adalah tempat untuk membuat atau memproduksi barang, dari mulai yang kecil dan sederhana, produk teknologi tinggi sampai barang yang besar dan rumit. Lokasi pabrik harus di daerah yang khusus, jauh dari kota ataupun desa. Sering kita dengar ada istilah kawasan industri. Itulah sebuah daerah yang banyak berdiri pabrik-pabrik.
12. Gedung bertingkat. Dari namanya saja sudah jelas bahwa bangunan ini dibuat beberapa lantai. Mulai dua lantai hingga puluhan lantai, tergantung kebutuhannya. Peruntukan gedung bertingkat ada yang untuk perkantoran, hotel, mall atau pusat perbelanjaan, parkiran dan tempat usaha lain-lain.
13. Pencakar Langit. Dalam bahasa Inggris disebut dengan Sky Scrapper. Pencakar langit adalah gedung bertingkat juga. Bedanya kalau pencakar langit tingginya bisa ratusan meter dan terdiri dari puluhan lantai bahkan mencapai seratusan lantai. Di dalam gedung pencakar langit juga dimanfaatkan untuk perkantoran, supermarket, hotel, restoran dan tempat pertemuan lain. Karena spektakuler dan tingginya bangunan ini, maka properti raksasa ini bisa juga menjadi obyek pariwisata. Sebuah sensasi yang berbeda ketika bisa memandang ke bawah dari ketinggian.
14. Tower. Berasal dari bahasa Inggris yang artinya menara. Kalau mendengar kata tower atau menara maka akan terbayang sebuah bentuk bangunan yang ramping dan tinggi yang fungsinya untuk komunikasi. Namun istilah tower juga digunakan untuk nama sebuah bangunan tinggi dan ukurannya besar yang gunanya bermacam-macam alias multi fungsi, seperti untuk hotel, kantor dan restoran.
15. Convention Hall.Ini adalah bangunan untuk pertemuan. Di gedung besar ini juga sering digunakan untuk pameran, eksebisi dan juga bazar. Promosi sebuah produk barang dan jasa melalui sebuah pameran sering berlangsung di lokasi ini. Di convention hall juga kadang disewa untuk wedding party dan perayaan ulang tahun.
16. Aula.Bangunan ini biasanya berdekatan dengan gedung resmi. Ini adalah bangunan serba guna. Kurang lebih sama dengan convention Hall, fungsi aula utamanya adalah untuk kegiatan pertemuan namun kerap kali juga dipakai untuk kegiatan bazar aneka produk barang dan disewakan untuk acara resepsi pernikahan dan hajatan lain.
Demikianlah beberapa bentuk bangunan dan fungsinya terutama untuk tempat usaha. Nah dari daftar properti yang disebutkan di atas, Anda termasuk pemilik yang mana ? Atau berniat ingin beli ? Atau malah menjual ? Baiklah ! Selamat beraktifitas !
 

Serba-Serbi Properti Lainnya :

 

Tempat Makan Yang Asik Menjual Jajanan yang Enak ?

Banyak sekali pilihan tempat-tempat penjual makanan baik untuk sarapan maupun hanya untuk sekedar cemilan. Dari yang menyediakan makanan biasa-biasa aja seperti di pinggir jalan, di lokasi khusus yang dibangun untuk tempat jajan hingga lokasi bersantap di hotel-hotel mewah berbintang. “Mau cari tempat makan yang enak di mana yah ? “Ntar mo makan siang di mana nih!””Bosen makan di situ melulu, cari suasana lain yuuk ” Okelah ! Silahkan pilih. Untuk lebih lengkapnya berikut beberapa jenis tempat makan dan jajan yang biasa dikunjungi dan sesuai dengan keperluan acaranya. Dari mulai yang kecil hingga yang besar. Dari yang sederhana sampai yang berkelas :
Warung : Tempat orang berjualan bermacam-macam kebutuhan termasuk makanan dan minuman. Tapi kalau ada sebuah warung lalu diikuti dengan kata nasi, maka bisa dipastikan itu adalah tempat khusus untuk makan dan sarapan saja termasuk minuman. Warung ini ada yang buka sampai malam bahkan 24 jam ada juga cuma sampai jam 10 malam.
Warteg : Ini adalah singkatan dari Warung Tegal yang lebih spesifik lagi dan memang tempat untuk makan-makan. Entah karena pada mulanya yang buka warung ini adalah orang Tegal, tapi kuliner yang dijualnya memang, masakan khas Indonesia termasuk soto. Rumah makan kecil yang untuk sarapan pagi dan siang bahkan ada yang sampai malam ini belakangan makin populer dengan singkatan Warteg.
Kedai :> Istilah ini sama juga dengan warung makan. Di kedai banyak juga menyediakan minuman seperti kopi dan teh.
Rumah makan. Tempat ini memang spesial untuk makan-makan dari yang ringan sampai sarapan lengkap. Misalnya rumah makan Padang, rumah makan Sunda, Rumah makan khas Aceh dan lain-lain. Pada umumnya ruangan untuk sebuah rumah makan yang juga disingkat RM, lebih besar dari warung makan dan warteg serta kedai. Beberapa jenis minuman pastinya juga tersedia di sana.
Kafe. Tempat ini adalah semacam restoran juga tapi setting ruangannya berbeda karena dibuat khusus untuk suasana yang santai dan pengelolanya menyediakan juga hiburan musik dan lagi dari musisi-musisi yang diundang di sana. Makanan dan minuman yang dijual tidak terlalu berat seperti di rumah makan. Meski begitu cukup bikin kenyang pengunjung. Fasilitas lainnya adalah jaringan WiFi Internet. Jadi kafe ini lebih cocok untuk tempat nongkrong, kongkow-kongkow. Dibuka sampai malam hari.
Toko. Sejak dahulu tempat ini adalah untuk berjualan aneka macam barang termasuk juga makanan dan minuman. Secara spesifik lagi jika ada sebuah toko dengan menyertakan kata seperti : Toko Kue dan Toko Roti, maka toko itu memang hanya menjual khusus makanan saja untuk dibeli, bukan tempat untuk bersantap seperti halnya rumah makan.
Pasar Swalayan. Di pasar ini calon pembeli yang datang bisa memilih sendiri barang yang akan dibeli lalu bayar di kasir. Adakah tempat jajan di pasar ini ? Seperti biasa karena sebuah pasar adalah tempat yang ramai pengunjung maka di sekitarnya akan bertumbuhanlah bisnis-bisnis lain termasuk para penjual aneka jajanan makanan dan kue-kue plus minuman.
Mini market. Bermacam-macam produk ada dijual di tempat ini. Segala macam makanan, minuman, kebutuhan rumah tangga misalnya sabun, pasta gigi, sabun cuci, pembersih, obat-obatan ringan dan lain-lain, ada tersedia. Di mini market seperti juga pasar swalayan, para calon pembeli yang berkunjung bisa memilih dan mengambil sendiri barang-barang yang dicari. Itulah yang disebut dengan istilah swalayan. Jadi mini market dan super market adalah istilah asing dari pasar swalayan. Setelah memilih, lalu barang-barang belanjaan dibawa pulang ? Eit ! Bayar dululah di kasir, he he he, seperti di pasar swalayan tadi. Terus ada tempat jajankah di mini market ? Akhir-akhir ini juga di area mini market, misalnya di parkiran, ada beberapa counter kecil penjual makanan dan minuman.
Super Market. Tempat belanja ini sama dengan mini market tapi ukuran ruangannya lebih besar beberapa kali lipat. Dengan begitu tentu saja barang-barang yan dijual lebih banyak dan bervariasi. Berbeda dengan mini market yang di sekitarnya hanya ada konter kecil penjual kuliner, di supermarket bahkan ada restoran kecil dan kafe. Itu salah satu perbedaan dengan minimarket.
Hypermart. Istilah asing ini adalah sama seperti super market. Hypermart ini muncul pertamakali setelah hadirnya salah satu jaringan supermarket terkenal dari luar negeri. Seperti biasa di mana ada keramaian seperti hypermart ini maka berjamuran pula bisnis-bisnis lain di sekitarnya seperti tempat makan-makan dan aneka jualan kuliner.
Pujasera. Ini singkatan dari pusat jajan serba ada. Yang namanya jajan tentu lebih bernuanasa makan-makan dan juga beli makanan, kue, roti, minuman dan kuliner lainnya.
Toserba. Singkatan dari toko serba ada. Toserba ini mirip dengan mini market dan super market. Barang-barang yang dijual dari berbagai macam jenis dan kebutuhan termasuk makanan dan minuman.
Waserba. Ini adalah kependekan dari Warung serba ada. Yang namanya warung tentu juga menjual makanan dan minuman. Deengan makin banyaknya mini market, belakangan istilah waserba sudah tidak populer lagi.
Food Court. Istilah ini kurang lebih sama dengan pujasera. Hanya istilah saja yang berbeda. Food court berasal dari bahasa Inggris yang artinya adalah arena tempat makan-makan. Ada banyak penjual yang berdagang aneka jenis kuliner dan juga minuman di food court ini.
Restoran. Hampir semua orang pasti tau kata ini. Sama dengan rumah makan. Lokasi tempat makan-makan ini ada yang di pinggir jalan dan menempati gedung sendiri adapula yang berada di dalam satu gedung, hotel dan mall misalnya.
Resto. Istilah ini adalah kependekan dari restoran. Karena pengaruh pergaulan, kata restoran disingkat menjadi resto.
Mall. Ini adalah sebuah tempat berupa gedung yang terdiri dari beberapa lantai untuk tempat berkumpulnya para pedagang dan pengusaha berbagai jenis produk termasuk yang jualan makanan. Mini market, supermarket, Restoran, kafe, food court dan toko-toko kecil makanan pun pasti ada di mall ini.
Hotel Ini lebih besar lagi, dalam arti bangunannya. Di dalam sebuah hotel disamping ada tempat menginap dan perkantoran, tentu ada juga tempat bersantap yang umumnya adalah restoran dan kafe.
Oke ! Itulah beberapa lokasi untuk makan-makan dan juga jajan yang biasa dikunjungi yang masing-masing menawarkan berbagai layanannya untuk menarik para pengunjung yang ingin makan. Ada yang buka 24 jam adapula yang hanya sampai sore dan buka hingga tengah malam lalu tutup.Beberapa tempat jajan dan makan yang mahal ada juga yang bilang : “Ah di situ mah, menang tempatnya doang, makanannya kurang enak !”. Sebaliknya makan-makan dan beli jajanan di tempat yang nggak terlalu mahal dan juga murah, bisa juga malah nikmat. Semua memang banyak penyebabnya. Kalau lagi lapar, makanan yang biasa-biasa aja pasti jadi enak. “Namanya juga lapar…” Tapi kalau perut memang sudah kenyang, biar disuguhin makanan yang mahal bahkan gratis, apa masih mau disantap juga ? “He he he…perut sudah begah gini ditraktir makanan mahal ?” “Gimana yah ?” “Makan nggak yah ?”
Oke deh ! Selamat beraktifitas dan bersantap !
 

Baca Yang Lainnya :

Model Fashion Tahun Ini Yang Haruskah Beda Dengan Busana Tahun Lalu ?

Tren busana akan terus berubah dan memang mau tidak mau harus berganti, baik pakaian wanita ataupun pria. Kalau nggak begitu nanti dibilang ketinggalan jaman, kurang keren karena nggak mengikuti mode jaman sekarang. Meski tidak semua orang seperti itu, tapi penampilan dengan gaya pakaian berbeda di satu sisi memang perlu, terutama untuk mereka-mereka yang profesinya mengharuskan tampil fresh di depan umum. Tahun ini yang lagi musim adalah model baju seperti yang dipakai oleh artis si A, misalnya. Sekarang-sekarang ini kalau mau cari model celana yang lagi ramai, style-nya seperti yang dikenakan oleh orang itu. Sementara itu untuk hijab dan busana muslimnya menjelang bulan puasa sampai Lebaran Idul Fitri tahun ini, corak warnanya misalnya, yang cerah-cerah termasuk juga setelannya. Begitulah dan memang yang namanya busana itu variasinya banyak hal yang bisa mempengaruhinya. Dan lagi produk fashion itu memang seperti karya seni karena untuk merancangnya dibutuhkan inspirasi tanpa batas. Ada pakaian baru yang rancangannya terinspirasi oleh model-model busana gaya lama, jaman dulu alias jadul, vintage. Warna-warna dan tampilan jaman sekarang juga ada yang karena warna trend jaman dulu lebih dianggap cocok untuk fashion jaman now, maka pakaian, baik pria, wanita dan anak-anak dibuat seperti itu. Itu berlaku untuk aneka jenis busana, baju, celana jeans, jilbab, baju muslim dan macam-macam perlengkapan pakaian untuk berbagai event dan acara, baik yang santai kasual maupun untuk acara-acara resmi. Untuk pakaian misalnya kalau sudah tiba masanya ramai busana berwarna belel atau soft, maka banyak orang akan membelinya. Sebaliknya jika sudah eranya baju-baju dan celana dengan corak warna yang ngejreng yang dulu dibilang kampungan dan norak, maka jadi tidak kampungan lagi dan konsumen akan banyak yang berlomba-lomba untuk tampil dengan warna ngejreng. Kalau lagi musimnya kaos belang-belang dan salur, pasti ramai di pasaran yang jual. Jika lagi musim kemeja kotak-kotak maka motif itulah yang paling laris dicari orang. Demikian juga dengan motif batik dan motif tradisional khas Indonesia lainnya.
Bagaimana dengan sepatu, tas, ikat pinggang, dompet dan produk fashion selain busana ? Tentu saja kurang lebih sama. Department store, distro, butik dan toko-toko yang menjual busana hingga kios-kios dan pedagang kaki lima, adalah beberapa contoh tempat menjualnya yang selalu siap dengan perkembangan yang terjadi. Pada tahun 80-an, corak busana yang musim adalah model celana panjang yang ketat dari pinggang ke paha sampai kaki. Sementara pakaiannya baik wanita maupun pria, misalnya kemeja, sedang musim gaya tangannya digulung beberapa lipatan. Saat itu sempat juga musim celana kolor yang cocoknya dipakai untuk di pantai. Panjangnya sampai lutut dengan motif kembang-kembang model Hawai yang akhirnya populer disebut dengan celana Hawai. Pada waktu itu busana muslimah, khususnya jilbab yang sekarang terkenal dengan istilah hijab belum terlalu ramai seperti tahun 2000-an.
Kemudian pada tahun 90-an, gaya berbusanapun berbeda lagi. Contoh yang paling khas adalah celana model ciut bray, banyak digandrungi cewek cowok. Apa itu celana panjang ciut bray ? Istilah itu adalah untuk menyebut celana panjang terutama yang dibuat dengan bahan serat jeans dengan ukuran ketat dari mulai pinggang, paha kemudian dari mulai lutut semakin ke bawah makin melonggar hingga sampai di betis dan kaki semakin longgar, bahkan ujung celana di bawah bisa seukuran panjang telapak kaki. Gaya celana seperti ciyut bray itu pernah digemari di era tahun 70-an. Untuk lebih yakin lagi, silahkan cek di Google/image. Lalu search dengan mengetikkan model celana panjang tahun 60-70-an untuk pria dan wanita.
Untuk busana selain celana, misalnya kaos, kemeja dan asesoris lain, memang agak berbeda. Tapi tentu saja menyesuaikan dengan celana ciut bray tadi yang akhirnya memang seperti kembali lagi ke gaya tampilan tahun 70-an. Sampai menjelang tahun 2000, gaya fashion dan busana tahun 70-an sempat disukai. Selain itu sempat juga ngetrend pakaian khas pria Jawa tradisional yang bermotif belang-belang dengan warna dominan cokelat tua dan muda. Di era tahun 90-an, untuk busana muslim khususnya muslimah yaitu hijab juga belum seramai tahun 2000-an. Setelah tren fashion dan busana ala tahun 70-an berakhir, di penghujung tahun 90-an dan memasuki tahun milenium 2000-an, corak style busana kembali bergeser dengan gaya yang lain lagi. Sempat ada tren celana dengan model baggy dan semi-baggy. Model celana baggy adalah dari mulai pinggang sampai paha, longgar lalu dari mulai ujung paha, lutut sampai ke betis hingga ke kaki mengecil. Itu yang disebut dengan celana baggy. Hijab pun sudah mulai banyak yang memakai. Pakaian muslimah dari mulai kerudung dengan berbagai model dan pasangannya sangat diminati. Setelan baju muslimahnya juga bervariasi. Ini juga mengalami peningkatan pesanan menjelang hari Raya Lebaran atau Idul Fitri. Dengan makin banyaknya wanita yang beralih memakai jilbab, butik-butik khusus pakaian muslim dan muslimah bermunculan menawarkan produk-produknya.
Apalagi yang bisa mempengaruhi fesyen ? Gaya busana yang digunakan para artis penyanyi dan bintang film yang sedang naik daun juga bisa merubah tren saat itu. Terutama jika filmnya booming atau boleh juga dikatakan masuk box office. Model busana dan macam-macam asesories yang dikenakan sang artis pemeran di film tersebut akan laku dijual di pasaran. Selain dari dunia artis film, demikian juga event besar olahraga, bisa ikut mempengaruhi gaya berpakaian, meski hanya terbatas di momen-momen tertentu saja, misalnya kalau sedang santai. Salah satu acara olahraga yang paling banyak penggemarnya yaitu sepakbola piala dunia misalnya. Kurang lebih selama satu bulan, penjualan model jersey atau kaos tim sepakbola yang dikenakan seluruh peserta turnamen amat laku. Coraknya biasanya berwarna meriah. Penjualan kaos yang paling laku biasanya untuk kaos dan setelan celana yang digunakan oleh tim juara dunia. Meski demikian jika ada jersey tim yang bukan juara dunia tapi rancangan dan model motif dan warnanya menarik, malah bisa laris manis. Dan nggak ketinggalan juga sepatu, kaos kaki yang dipakai serta sarung tangan dan topi.
Banyak lagi momen-momen yang bisa mempengaruhi gaya busana. Ada yang tren musimnya hanya sesaat dan tidak lama, seperti adanya event olahraga sepakbola tadi, adapula fashion yang lama musimnya bisa bertahun-tahun seperti model busana ala tahun 70-an dan gaya 80-an tadi yang punya ciri khas masing-masing. Namun harus diakui di jaman tahun 2000-an hingga akhir-akhir ini, dengan semakin banyaknya wanita muslimah yang beralih memakai hijab, maka ada perkembangan lain yang menarik untuk dunia fashion khususnya di Indonesia.
Berdandan dengan busana yang berbeda dan mengikuti tren yang lagi musim nggak ada masalah. Bersolek dengan pakaian gaya tahun lalu juga nggak problem. Kadang pakaian model lama kalau masih enak dipakai, walaupun sudah nggak model, malah ada yang bikin pede juga. Akhirnya semua kembali ke selera masing-masing.
 

Baca Yang Lainnya :

Lagu Nothing Gonna Change My Love For You

Tiada Sesuatupun Yang Merubah Cintaku Padamu. Begitu kira-kira kalau judul lagu di atas diartikan ke dalam bahasa Indonesia. Kesetiaan pada pasangan diungkapkan dengan berbagai cara, salah satunya lewat musik dan lagu. Penggemar musik generasi 80-an pasti tidak asing lagi dengan judul lagu di atas. Lagu ini dinyanyikan oleh George Benson, seorang penyanyi sekaligus gitaris jazz terkenal Amerika. Dia merekam lagu ini pada tahun 1984 yang kemudian dirilis di tahun 1985. Hiburan lagu yang romantis dengan sentuhan musik dari seorang musisi yang beraliran jazz. Di Indonesia, lagu ini juga cukup populer. Syairnya dibuat oleh komposer Michael Masser dan Gerry Goffin dan pernah dirilis dalam beberapa versi.

Dari masa ke masa, berbagai tema termasuk tema cinta terus berkumandang melalui lagu-lagu. Namanya juga hiburan dan ada juga yang berekspresi. Karya seni termasuk musik dan lagu yang diciptakan selain untuk sekedar hiburan sejenak bisa juga untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu.

Video Musik : youtube.com. Referensi Singkat Artis : wikipedia.org. Artikel : Plm12.com

Pada jaman tahun 80-an hingga awal 90, musik-musik beraliran keras yang disebut hard rock dan heavy metal mewabah di kalangan anak muda. Band-band asal Inggris dan Amerika termasuk group asal Indonesia dengan gayanya masing-masing membawakan musik dan lagu yang cirinya antara lain tempo cepat dan sound yang keras. Genre musik lainpun banyak yang terpengaruh dengan heavy metal itu, misalnya dalam hal permainan gitar. Meski demikian, aliran-aliran musik yang sudah ada seperti pop, jazz termasuk dangdut yang khas dari Indonesia tetap memiliki penggemarnya yang setia.
 

Video Lagu Lain :

Bangun Rumah, Beli Baru atau Cari Rumah Lama ?

Kalau ingin membeli rumah baru di mana saja itu lokasinya, tidak perlu memikirkan banyak tentang hal-hal teknis dibandingkan dengan membangun rumah. Banyak pilihan dari pengembang properti perumahan baik yang terkenal ataupun yang tidak, yang menawarkan berbagai fasilitas tempat tinggal untuk dihuni. Dari mulai kelas RSS sampai tipe Real Estate. Hunian dengan fasilitas pra sarana dari cluster-cluster dan perumahan dari berbagai kelas bisa dipilih. Standarnya tentu saja mengikuti tren properti kekinian, konsep masa depan.
Tinggal survey lokasi, mungkin bersama keluarga, cek rumah beberapa type dengan segala fasilitas yang ditawarkan termasuk lingkungannya bagaimana. Bila yakin cocok, langsung deal.
Beda halnya untuk membangun rumah baru. Pastinya juga harus mengikuti perkembangan jaman, konsep modern, gaya futuristik dan juga ada yang minimalis dan istilah dalam dunia properti lainnya. Banyak yang berpendapat kalau membangun rumah baru lebih puas dan sesuai keinginan si pemiliknya ketimbang membeli rumah lama. Rumah baru ketika pembangunannya berlangsung, setiap bagian-bagian dan sudut-sudut ruangannya tentu saja diketahui secara pasti dan bisa dikontrol. Dari mulai kamar mandi, toilet dan septic tank nya, ruang tamu, dapur dan kamar tidur termasuk garasi sampai atap rumah. Dengan catatan, yang punya rumah harus rajin mengawasi tukangnya. Kekhawatiran akan rapuhnya bahan-bahan bangunan, nyaris tidak ada. Tapi untuk membangun rumah baru biasanya waktunya lebih lama dibanding membeli rumah yang sudah jadi. Begitulah, namanya juga rumah baru, tentu menggunakan material bahan bangunan baru.
Lalu bagaimana dengan yang ingin membeli rumah lama ? Rumah yang pernah ataupun sedang ditempati oleh orang lain ? Ada yang bilang bahwa rumah lama itu sudah ketinggalan jaman modelnya, banyak yang nggak pas dengan selera pembelinya, jika dia berniat mau beli. Kalau membeli rumah yang sudah lama yang sudah pernah ditinggali terutama yang sudah belasan tahun, sangat berresiko karena tidak tau tentang kondisi bagian-bagian rumah. Itu berlaku untuk rumah komplek perumahan maupun rumah di kawasan perkampungan. Maka wajar saja ada orang yang beli rumah lama, meskipun masih terlihat mulus, kemudian melakukan rombakan besar, renovasi banyak dari mulai bagian depan sampai belakang.
“Wah ! ujung-ujungnya bisa memakan biaya yang tidak murah nih !” Kalaupun masih ada juga orang yang senang dan berniat membeli rumah lama, boleh jadi karena dia senang apa adanya, mungkin lingkungan sekitarnya terasa nyaman, daerahnya juga tampak asri, bebas banjir, lokasinya di pinggir jalan, strategis dekat dengan fasilitas umum, sekolah, pasar, mall dan tempat umum lainnya. Atau juga berniat untuk menjadikan rumah itu untuk tempat usaha yang tidak butuh banyak renovasi dan lain-lain penyebabnya. Barangkali juga rumah itu memang terkesan antik. Bentuknya yang unik, mungkin bergaya klasik tempo doeloe yang membuat orang suka. Atau …. beli rumah lama karena bekas ditempati oleh seorang artis terkenal ? “He he he … biar ikut ngetop juga deh !” Begitulah ! Namanya juga selera. Orangkan beda-beda Ada orang yang senang membangun atau membeli rumah baru di sebuah hunian yang futuristik, ada juga yang berniat membeli bangunan rumah gaya lama karena dia melihat ada keistimewaannya.
Yang jelas untuk mereka yang membeli rumah lama, apapun alasannya tentu harus dipikirkan juga untuk perbaikan-perbaikan. Namanya aja bangunan lama, pastinya ada material yang sudah tua, temboknya banyak retaklah, catnya sudah kusam, kayu kusen yang keropos dan lain-lain. Dan untuk yang senang membeli rumah lama karena alasan model kuno tapi antik dan keunikannya, dalam melakukan perbaikan, jangan sampai merubah bentuk aslinya. Kalau sampai banyak perubahan dan merubah bentuk aslinya yang unik untuk apa dibeli ? Tapi pastinya, baik mau membeli dan membangun rumah baru atau berniat membeli rumah lama, itu sama-sama harus punya dana cadangan, budget ekstra. Untuk apa ? Biasanya yang namanya membangun rumah ataupun renov rumah lama, ada aja yang kurang. Kalau tidak disikapi dengan bijak dan mengikuti hawa nafsu macam-macam, nambah itu, pasang ini, kurang di sana-sini, maka biaya untuk rumah akan jadi terus membengkak tak terkendali yang akhirnya tidak sesuai dengan rencana awal. Sama juga dengan beli rumah baru, meski relatif tidak terlalu besar biaya penambahannya. Persiapkan sebelumnya dengan cermat sebelum membeli tempat tinggal. Teliti Sebelum Membeli. Rencanakan dengan pasti dan tertulis agar tidak lupa mau punya rumah model apa dan bagaimana bentuknya.
 

Serba-Serbi Properti Lainnya :

Video Lagu Rumah Kita

“Rumahku adalah Istanaku” Begitulah salah satu pepatah terkenal. Memang betul ! Kalau suasana rumah selalu nyaman, asik, lingkungannya juga bersih dan resik, akan membuat pemilik sekaligus penghuninya betah tinggal, meskipun bukan rumah megah nan mewah. Gambaran suasana rumah yang nyaman seperti itu dilukiskan juga melalui sebuah lagu yang berjudul “Rumah Kita”. Anda yang ngefans sama musik rock terutama group God Bless pasti kenal lagu tersebut. Lagu Rumah Kita termasuk dalam album Semut Hitam yang dirilis tahun 1988. Lagu ini temponya tidak sekencang musik-musik God Bless lain. Temponya slow dan lembut. Ada beberapa lagu slow juga di album itu. Oke ! Selamat menyimak …

Group musik aliran rock, God Bless adalah salah satu legenda musik Indonesia. Di tengah ramainya musik-musik alternatif selain musik rock, misalnya : Disko, dangdut, jazz dan pop serta juga musik-musik impor dari luar negeri, God Bless tetap eksis berkibar dengan musik dan lagu-lagu kreasinya yang khas. Personil God Bless adalah : Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (Gitaris), Eet Syahrani, Donny Fatah (bass), (Alm) Jocky Suryoprayogo (Keyboard) dan Tedi (drum). Gitaris Eet Syahrani sempat menggantikan Ian Antono.

Kumpulan Lagu-lagu tahun 80-an ada di sini
 

Video Lagu Lain :

Mau Beli Rumah Tinggal Di Mana ?

Tanah dan rumah di Jakarta dan kota-kota besar Indonesia lainnya setiap tahun harganya pasti naik bahkan cenderung kemahalan. Begitu juga dengan properti jenis lain misalnya ruko, apartemen, gudang, pabrik dan lahan perkebunan yang luas.
Yang namanya cari rumah tempat tinggal itu gampang-gampang susah. Kalau nggak hati-hati dan cermat bisa jadi bikin bingung pembeli yang malah akhirnya nggak jadi kebeli, uangnya sudah terlanjur berkurang untuk biaya ongkos ini itu dan macam-macam yang tak terduga.
“Cari rumah murah susah, kalo rumah yang mahal banyak”. Itu salah satu pendapat. Jadi lagi-lagi punya uang banyak akan lebih mudah memilih alias banyak pilihan.
Memang, jaman sekarang, karena kondisi finansial yang pas-pasan, misal punya uang hanya 100 juta, banyak orang yang membangun rumah tinggal dengan ala kadarnya. Misalnya sewaktu sudah jadi dan akan dihuni, beberapa sisi temboknya masih belum diplester sehingga masih kelihatan batu batanya. Atau kalaupun dindingnya sudah diplester tapi belum diaci, masih kasar alias belum mulus. Sebagian plafond di bagian dalamnya juga belum ada. Dan bagian-bagian lain dari rumah yang belum lengkap. Itu berlaku untuk rumah yang bukan komplek. Maklumlah keterbatasan budget. “Yang penting nggak kehujanan dan kepanasan dulu deh, Pak ! Nanti kalo ada uang, bisa nyicil untuk ngebagus bagusin lagi bagian-bagian yang belum selesai”. Dan yang lebih utama lagi adalah sudah punya surat-surat status kepemilikan rumah yang resmi dan lengkap, misalnya AJB dan Sertifikat Hak Milik. Sekali lagi ! : “Yang penting punya dulu, Pak, urusan rumah keren dan mulus, itumah nanti belakangan. Daripada nggak punya rumah dan terpaksa harus cari-cari kontrakan. Beda dengan rumah di perkampungan, kalau rumah di komplek, cluster dan hunian lainnya, sudah terencana dengan matang oleh pihak pengembang. Harga pun tentu saja berbeda dengan rumah kampung biasa.
Sehubungan dengan terus merangkak naiknya harga properti, biasanya kalau rumah seseorang yang ada di Jakarta dan kota besar lainnya laku dijual, nyari rumah lagi mengarah keluar kota Jakarta, misal di daerah Tangerang dan Bekasi bahkan Bogor, karena untuk orang-orang yang sudah tinggal puluhan tahun di Jakarta, membeli rumah tinggal di Jakarta lagi hampir mustahil dengan uang yang didapat dari hasil penjualan rumah tadi, kecuali yang masih senang tinggal di Jakarta, atau senang tinggal di apartemen. Kalau harus begitu mau nggak mau harus cari dana tambahan alias nombok.
Jakarta sepertinya bukan kawasan untuk perumahan lagi apalagi perkampungan seperti dulu. Jakarta untuk mereka-mereka yang mau membangun gedung dan mega proyek dan juga untuk pariwisata. Ada juga sih, yang masih senang di ibukota tersebut, tapi sudah benar-benar pinggiran, seperti di Lenteng Agung dan sekitarnya. Yang paling realistis untuk beli rumah tinggal harus di luar Jakarta, misalnya Bogor, Tangerang, Bekasi dan Depok. Jaraknya kejauhan ? Nggak juga, karena dengan dibangunnya infrastruktur perkotaan seperti jalan tol, Commuter, MRT, jalur kereta rel ganda hingga ke daerah Bogor dan Sukabumi, maka waktu tempuh menuju Jakarta bisa lebih cepat dibanding jaman dulu. Jadi sebetulnya selama masih di kawasan Jabodetabek, kini tidak ada yang namanya daerah terpencil apalagi terisolasi. Atau mungkin pembaca punya informasi tentang daerah terpencil dan terisolasi di Jabodetabek ? Tentu itu info menarik !
Baiklah ! Sekali lagi, harga properti setiap tahun naik terus termasuk di kota-kota besar lain di Indonesia. Salah satu yang menyebabkan mahalnya harga adalah ramainya daerah itu. Karena semakin ramai sebuah kota atau wilayah maka akan makin bisa menguntungkan pemilik bangunan karena daerah yang ramai bisa memanfaatkan propertinya untuk membuka usaha atau bisa juga disewakan. Demikian sekilas opini tentang properti. Selamat beraktifitas !
 

Serba-Serbi Properti Lainnya :

Jaman Kejayaan Pebalap MotoGP. Dari Siapa ke Siapa Saja ?

Jaman kejayaan di adu balap motor prototype MotoGP telah berpindah dari Valentino Rossi sebagai yang pertama ke penerusnya yang berikut. Sejak tahun 2001 sampai sepuluh tahun kemudian, The Doctor berada di puncaknya. Rider Italia itu lagi kencang-kencangnya. Tujuh kali gelar juara duniapun sukses didapatnya. Lalu siapa penerusnya tersebut ? Bukan Nikki Hayden atau Casey Stoner, tidak pula Jorge Lorenzo. Nama-nama itu memang pernah juara dunia MotoGP, tapi sudah lama tidak juara lagi. Dua nama pertama yaitu Nikki Hayden dan Casey Stoner sudah tidak di MotoGP lagi, sementara Lorenzo harus berjuang keras untuk menyusul Marquez bahkan harus bersaing racer-racer muda yang juga berambisi juara. Orang yang dimaksud sebagai penerus itu adalah Marc Baby Alien Marquez yang hadir sebagai rookie Motograndprix sejak juara pertama kalinya pada tahun 2013 hingga juara beberapa kali beberapa tahun kemudian. Terlepas dari kontroversi yang ada, realitanya memang dia sudah lebih dari 5 kali juara dunia.
Tahun 2018 Marc Marquez menang lagi. Spaniard yang sukses dengan tim Repsol Honda ini sudah jadi salah satu legenda di balapan motor MotoGP. Gelar juaranya sudah lebih dari tiga kali. Siapa lagi yang bisa menyalipnya saat Marquez berada di top form ? Pembalap tim mana lagi yang mampu menempel Si Nomer 93 dengan ketat di trek ketika dia sedang dalam kondisi 100 % ? Boleh jadi siapapun rider yang bisa membayanginya untuk beberapa seri bahkan mengunggulinya, dialah yang akan membuat MotoGP semakin ramai
Kemudian tahun 2019 memang sudah menjadi pengesahan masa jaya-jayanya si Marc Marquez ini. Dominasinya tak terbantahkan. Sempat mendapat tantangan keras dari pembalap lain dan juga disalip, tapi Marquez sudah unggul point jauh. Titel ke-6 pun sudah di tangannya. Selanjutnya tinggal menyamai rekor The Doctor Valentino Rossi. Tujuh kali juara dunia target berikutnya. Di usianya yang belum mencapai 30 tahun, sudah menyandang predikat juara dunia 6 kali. Sanggupkah Marquez mencapai 10 kali juara dunia ? Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Yang pasti tantangan dari rider yang berbakat dan lebih muda akan hadir dan tentu saja banyak dari mereka akan berusaha keras untuk bisa mengejar dan menyalipnya. Seperti juga The Doctor yang sempat tidak punya penantang lagi dan hanya diri sendirinyalah yang menjadi penakluk utama, begitu juga Marc Marquez. Atau adakah pembalap lain yang justru memulai masa kejayaan di Motograndprix dimulai di usia yang tidak muda ? Jorge Lorenzo kah ? Bisa saja ! Segala kemungkinan bisa saja terwujud !
Daftar Rider Yg Pernah Juara MotoGP !
Yang menyebabkan masa kejayaan si pembalap akan redup dan semakin hilang adalah : ‘
1. Ketika usia sudah tidak muda lagi alias menua. Yang disebut dengan istilah “Faktor U” ini memang tidak bisa ditahan-tahan. Angka usia bertambah tapi kemampuan, cepat atau lambat sudah pasti menurun.
2. Cedera parah akibat kecelakaan. Benturan keras akibat terjatuh belum bisa menjadi pulih 100%. Lutut, lengan dan jari-jari misalnya, kalau terganggu jelas akan berpengaruh ketika membalap.
3. Faktor kejenuhan ? Sepertinya sih nggah yah, karena mereka adalah pembalap yang sangat profesional. Tentu mereka senang tampil secara all-out di sirkuit, sekaligus untuk memuaskan penonton yang menanti-nanti aksinya.
Berbeda dengan kejayaan suatu negara di cabang olahraga, sepakbola misalnya. Tidak terpengaruh usia. Beberapa pemain kalau sudah tua yang pasti ada regenerasi dari organisasinya. Kalau di balapan MotoGP yang turun kan perorangan. Kalau si rider sudah tidak juara lagi berarti dia sudah tidak dibilang berjaya lagi. Performa pun makin menurun dan terus menurun dan akhirnya tinggal kenangan setelah tidak ikut bertarung lagi di sirkuit.
 

Motograndprix Yang Lainnya :

 

Yang Menang Boleh Senang, Yang Kalah Jangan Sedih

Semua orang maunya pasti menang. Jarang sekali orang yang mau kalah kecuali mengalah, itupun ada diantaranya mengalah dengan berat hati alias nggak ikhlas. Kemenangan menjadi dambaan orang atau kelompok, di manapun. Misalnya di dunia olahraga, sepakbola, bulutangkis, tenis atau balap otomotif, pemain, atlit atau peserta, di setiap pertandingan berlomba-lomba meraih kemenangan hingga meraih juara. Situasi dan kondisi menang dan kalah ada 17 kemungkinan seperti di bawah ini :
1. Menang. Itu karena bermain baik, penuh semangat dan all-out, apalagi jika lawan tandingnya bermain buruk. Bisa unggul telak deh.
2. Kalah. Penyebabnya adalah karena cara bermain yang jelek, di bawah form, ditambah lagi si lawan bermain sangat baik. Bagi yang kalah (termasuk fans yang fanatik), harus siap menerima kenyataan itu dengan lapang dada. Memang kecewa sih, apalagi kalah dengan angka tipis, apalagi kalahnya lewat adu penalti seperti di sepakbola. Ya begitulah resikonya bertanding bagi kontestan.
3.Menang Lagi. Kalau kamu menang lagi tentu senang banget. Itu berarti performa kamu masih lebih baik dan konsisten atau juga kemungkinan sang lawan yang bermain sangat nggak bagus. Jadi kemenangannya karena musuh bermain nggak bagus alias jelek ? “Nggak tau juga yah, tapi yang penting menang deh !”
4. Tapi sebaliknya bagaimana kalau kalah lagi ? Itu artinya permainanmu semakin buruk. Padahal lawan tanding kan bermain biasa-biasa saja. Jika begitu kayaknya ini mulai nggak wajar nih ! Harus dilakukan evaluasi secara menyeluruh dari mulai “A sampai Z”. Dicari penyebabnya di mana yang bermasalah.
5. Ada juga yang menang tapi hasilnya sudah diatur sebelumnya. Inilah yang disebut dengan pertandingan yang nggak sportif. Telah terjadi pengaturan skor akhir. Istilahnya main mata, misalnya pertandingan antara tim A dengan tim B. Istilah lainnya yang pernah dipakai adalah main sabun.
6. Kalah tapi dengan cara “mengalah”?. Yang ini juga termasuk kategori tidak sportif. Beberapa tahun yang lalu pernah terjadi di sebuah arena balap otomotif sempat ada istilah TEAM ORDER. Istilah ini digunakan untuk menyebut sebuah skenario yang dilakukan oleh sebuah tim balap yang memiliki 2 orang pembalap. Karena keputusan tim untuk mengutamakan pembalap A dibanding B, karena point si A sudah hampir juara dunia. Tapi di sebuah sirkuit tanpa disangka-sangka pembalap B lebih unggul dan berada di posisi terdepan sementara A di belakangnya dan terlihat tidak bisa menyusul pembalap B. Dengan situasi begitu maka pimpinan tim menginstruksikan si B untuk memperlambat kendaraannya untuk memberi kesempatan kepada pembalap A melewatinya agar bisa dapat point maksimal dan tidak terkejar oleh point pesaingnya pembalap dari tim lain.
7. Yakin sudah pasti menang padahal belum turun bertanding. “Pede amat yah ?! He he he”. Tapi biasanya ini terjadi pada pertandingan antara tim yang kuat dan selalu diunggulkan di setiap turnamen versus tim yang non-unggulan atau pemain yang difavoritkan melawan pemain baru yang kurang dikenal. Inilah yang bisa jadi salah satu penyebab kekalahan mengejutkan dan sungguh bikin malu tim besar yang terlalu pede karena merasa lebih hebat atau seorang atlit yang diunggulkan. Karena meremehkan lawannya atau tim-tim yang kurang jago.
Ini sebagai referensi dari arena sepakbola tentang kekalahan telak
8. Merasa telah kalah duluan. Kalau begini sama juga pesimis. Kekalahan telak sebuah tim bisa terjadi karena faktor pesimis ini. Para pemain kurang percaya diri dan kurang keyakinan. Melihat kenyataan yang dihadapi bahwa lawan bertandingnya adalah klub besar dan terkenal serta sering juara, mentalpun sudah down duluan. Resiko skor kekalahannyapun nggak tanggung-tanggung, bisa kalah 0-6, 0-8, 0-10 atau 1-10, 3-13.
9. Menang tapi merasa kalah. “Aneh. Barangkali dibalik kemenangannya ada yang disembunyikan. Entah dia main curang.
10. Sudah kalah tapi kok ngeyel masih merasa dia yang menang ? Yang kayak begini nih akhirnya cari-cari alasan deh. Bilang wasit nggak adil-lah, gara-gara lapangan nggak rata-lah, lawannya curanglah, bolanya nggak bulat-lah, penonton rese-lah, lagi merianglah dan seribu satu alasan lain.
11. Mengalah demi kemenangan. Adakah olahraga dengan moto seperti begitu ? Kecuali seperti EAM ORDER tadi.
12. Kemenangan yang terus menerus disebut-sebut. Itu yang disebut dengan kebanggaan. Banyak hal yang bisa terjadi seperti itu, misalnya karena baru pertama kali merasakan jadi juara dunia atau bisa juga karena sudah sangat lama sekali nggak juara dunia sejak puluhan tahun yang lalu kemudian berhasil menjadi juara. Luar biasa memang suka citanya. Yang seperti ini bisa jadi viral di media sosial nih !
13. Kalah tapi masih terus ajaaa dipermasalahkan. Benar-benar kalah. Sudah nggak menang, marah-marah, sumpah serapah sambil meludah, sampai di rumah apa yang terjadi ? Ya jadinya pasti lelah laaah. Memang yang namanya kekalahan itu bisa sangat mengecewakan dan bisa jadi emosi nggak terkendali bagi yang mengalaminya.
14. Menang terus berhadapan dengan tim yang tangguh Besoknya menang lagi melawan tim yang lebih kuat, selanjutnya lusa menang lawan tim yang paling kuat. Itulah yang disebut juara sejati “WE ARE THE REAL CHAMPION”
“We Are The Real Champions ? Jadi inget sebuah lagu. Oke deh ini untuk selingan hiburan dari QUEEN
15. Kalah ketika berlaga menghadapi lawan tim yang lemah Esok harinya juga tidak menang melawan tim yang lebih lemah, lalu lusa kalah dari tim yang paling lemah. Wah ini sih namanya benar-benar terpuruk. Kebangetan ! Kok kalah melulu sih ?
16. Terus menerus meraih kemenangan. Hal yang nggak wajar, karena tidak ada yang kekal. Suatu saat akan ada masanya bahwa kejayaan itu akan berakhir apapun penyebabnya. Kalau seorang pemain biasanya karena faktor U alias usia sudah mulai tua.
17. Kalah bertubi-tubi dan berkelanjutan. Ini juga nggak wajar. Mana ada sih yang mau dikalahkan terus-terusan, kecuali yang mau. Dan kalau memang ada yang demikian, sebaiknya nggak usah ikut bertandinglah kecuali sudah siap.
Oke ! Selamat untuk yang menang tapi jangan jumawa. Dan untuk yang kalah ? … Tetap semangatlah ! Suatu saat pasti menang juga.

Sepak Terjang Belanda dan Kroasia di Sepakbola Internasional

Beberapa klub-klub asal liga Belanda sempat memukau di kejuaraan sepakbola piala Champions Eropa. Tercatat masa kejayaan sepakbola negara ini dimulai tahun 1970 sampai 1978, baik di tingkat klub maupun nasionalnya, setelah itu menurun. Meski 10 tahun kemudian kembali bangkit. Ada tiga tim kelas atas yang mewakili negeri dengan julukan Kincir Angin itu yaitu :
Ajax Amsterdam yang berhasil juara Champions pada tahun 1971, 1972, 1973 dan 1995, lalu Feyenoord Rotterdam yang sebelumnya juga sukses pada tahun 1970 dan satu lagi PSV Eindhoven di tahun 1988. Dengan pernah tampilnya 3 klub ini sebagai juara di kejuaraan antar klub juara liga di Eropa itu, cukuplah menjadi bukti bagi negeri Kincir Angin, Belanda sebagai negara yang nggak boleh dianggap remeh untuk sepakbolanya. Tim Oranye adalah julukan yang dikenal di Indonesia untuk menyebut kesebelasan nasional Belanda dan memang sesuai dengan kostum warna oranye yang selalu dikenakannya ketika melakukan pertandingan di kandang. Sementara itu untuk kesebelasan nasional, gelar tertingginya adalah pernah menjuarai turnamen sepakbola piala Eropa UEFA pada tahun 1988 di Jerman Barat. Tridente atau Trio pemain terkenal yang disegani lawan-lawannya pada waktu itu adalah Ruud Gullit, Marco Van Basten dan Frank Rijkaard. Ketiga pemain pilar ini menjadi salah satu trio terbaik di sepakbola modern.
Lebih Lengkap : 10 Tridente Terbaik di Arena Sepakbola
Tapi untuk event piala dunia FIFA, negeri tulip ini belum pernah sekalipun memenanginya. Walaupun pernah melahirkan nama-nama beken seperti Johann Cruyf, Neeskens yang amat disegani di dunia olah kulit bundar, tapi mereka hanya bisa tampil di partai puncak Piala Dunia pada tahun 1974 di Jerman Barat dan kemudian harus takluk di tangan tuan rumah dengan skor 2-1. Selang empat tahun kemudian pada World Cup tahun 1978 di Buenos Aires, Argentina, kembali tim Oranye harus puas menjadi runner-up lagi dan harus mengakui keunggulan Mario Kempes dan kawan-kawan yang membela tim Tango dengan skor 3-1 dan di final piala dunia tahun 2010 yang berlangsung di Afrika Selatan, di mana salah satu dari dua finalis yang turun saat itu adalah calon juara dunia baru yaitu Spanyol melawan Belanda, lagi-lagi tim Oranyepun kembali kecewa dan kalah tipis 0-1 dari tim Matador. Sepakbola Belanda yang pernah terkenal dengan gaya bermain bola menyerang yang disebut dengan Total Football yang agresif yang dikembangkannya pada era 70-an memang belum pernah menjadi kampiun di World Cup. Seindah-indahnya gaya bermain tim Oranye, se-spektakuler apapun style menyerang kesebelasan Belanda, yang pasti mereka harus menunggu dengan sabar untuk menggapai gelar juara dunia. Belanda beberapa kali juga pernah gagal ikut putaran final piala dunia. Tapi piala dunia pasti menebarkan pesona tersendiri ketika Belanda ikut karena fans tim ini terbilang tidak sedikit. Begitulah tim Belanda. Kejayaan di tahun 70-an dan di akhir tahun 80-an masih menyisakan kesan yang bagus bagi penggemar sepakbola.
Info Urut-urutan Juara Piala Dunia FIFA
Bagaimana dengan Kroasia ? Negara yang letaknya di selatan Eropa ini dulunya adalah bagian dari negara Yugoslavia, kemudian memisahkan diri menjadi negara mandiri pada tahun 1994 dan dengan penduduk yang kurang dari 10 juta orang telah berhasil menyeruak diantara raksasa sepakbola dunia. Kalau dibandingkan negara-negara pecahan di semenanjung Balkan lainnya seperti Serbia, Slovenia dan Bosnia Herzegovina, prestasi sepakbola Kroasia jelas jauh lebih mentereng. Apa yang membuatnya begitu ? Belum sampai lima tahun urusan politiknya selesai, tahun 1996 di turnamen piala Eropa di Inggris, Kroasia sempat membuat repot beberapa tim dengan nama besar seperti Italia dan Jerman. Mereka berhasil tembus sampai perempat final. Dua tahun kemudian pada tahun 1998 kesebelasan ini kembali membuat mata dunia olahraga khususnya sepakbola terpana ketika mereka mampu mencapai semi final di piala dunia di Perancis. Tentu saja satu pencapaian luar biasa bagi negara kecil tersebut, karena di arena sepakbola piala dunia FIFA, persaingan yang ada sangatlah ketat. Pemain-pemain bintangnya saat itu adalah Davor Suker, Robert Prosinecki, Zvonimir Boban, Igor Stimac, Goran Vlaovic dan sederet pemain berbakat lain. Dan 20 tahun kemudian di piala dunia di Rusia tahun 2018, tim dengan jersey khas bermotif kotak-kotak merah putih ini memang sudah pantas diwaspadai penampilannya oleh kesebelasan kuat lainnya setelah mereka tembus ke partai final meski kemudian kalah oleh Prancis dan menjadi runner-up. Di semi final sebelumnya Luca Modric dkk menyingkirkan salah satu tim unggulan yaitu Inggris. Itulah Kroasia yang bisa dibilang bukanlah tim kejutan lagi atau tim kuda hitam. Rahasia kesuksesan mereka adalah permainan yang kompak dan solid di samping bakat juga tentunya. Kompetisi sepakbola Kroasia memang berbeda dengan Belanda yang sudah mapan dengan memunculkan beberapa klub juara piala Champions Eropa, tapi tidak sedikit pemain dari klub lokal Kroasia pindah bergabung ke klub-klub ternama di Eropa seperti Real Madrid dan AC Milan. Klub terkenal asal Kroasia berasal dari ibukota Zagreb yang bernama Dynamo Zagreb. Demikianlah sekilas tentang dua kesebelasan asal Eropa yaitu Belanda dan Kroasia.
 

Breaking Info !
ANDA SEDANG BERADA DI :
plm12

Fenomena Sosial – Opini Olahraga – Tips & Trik – Hiburan – Sekilas Info