Bangun Rumah, Beli Baru atau Cari Rumah Lama ?

Kalau ingin membeli rumah baru di mana saja itu lokasinya, tidak perlu memikirkan banyak tentang hal-hal teknis dibandingkan dengan membangun rumah. Banyak pilihan dari pengembang properti perumahan baik yang terkenal ataupun yang tidak, yang menawarkan berbagai fasilitas tempat tinggal untuk dihuni. Dari mulai kelas RSS sampai tipe Real Estate. Hunian dengan fasilitas pra sarana dari cluster-cluster dan perumahan dari berbagai kelas bisa dipilih. Standarnya tentu saja mengikuti tren properti kekinian, konsep masa depan.
Tinggal survey lokasi, mungkin bersama keluarga, cek rumah beberapa type dengan segala fasilitas yang ditawarkan termasuk lingkungannya bagaimana. Bila yakin cocok, langsung deal.
Beda halnya untuk membangun rumah baru. Pastinya juga harus mengikuti perkembangan jaman, konsep modern, gaya futuristik dan juga ada yang minimalis dan istilah dalam dunia properti lainnya. Banyak yang berpendapat kalau membangun rumah baru lebih puas dan sesuai keinginan si pemiliknya ketimbang membeli rumah lama. Rumah baru ketika pembangunannya berlangsung, setiap bagian-bagian dan sudut-sudut ruangannya tentu saja diketahui secara pasti dan bisa dikontrol. Dari mulai kamar mandi, toilet dan septic tank nya, ruang tamu, dapur dan kamar tidur termasuk garasi sampai atap rumah. Dengan catatan, yang punya rumah harus rajin mengawasi tukangnya. Kekhawatiran akan rapuhnya bahan-bahan bangunan, nyaris tidak ada. Tapi untuk membangun rumah baru biasanya waktunya lebih lama dibanding membeli rumah yang sudah jadi. Begitulah, namanya juga rumah baru, tentu menggunakan material bahan bangunan baru.
Lalu bagaimana dengan yang ingin membeli rumah lama ? Rumah yang pernah ataupun sedang ditempati oleh orang lain ? Ada yang bilang bahwa rumah lama itu sudah ketinggalan jaman modelnya, banyak yang nggak pas dengan selera pembelinya, jika dia berniat mau beli. Kalau membeli rumah yang sudah lama yang sudah pernah ditinggali terutama yang sudah belasan tahun, sangat berresiko karena tidak tau tentang kondisi bagian-bagian rumah. Itu berlaku untuk rumah komplek perumahan maupun rumah di kawasan perkampungan. Maka wajar saja ada orang yang beli rumah lama, meskipun masih terlihat mulus, kemudian melakukan rombakan besar, renovasi banyak dari mulai bagian depan sampai belakang.
“Wah ! ujung-ujungnya bisa memakan biaya yang tidak murah nih !” Kalaupun masih ada juga orang yang senang dan berniat membeli rumah lama, boleh jadi karena dia senang apa adanya, mungkin lingkungan sekitarnya terasa nyaman, daerahnya juga tampak asri, bebas banjir, lokasinya di pinggir jalan, strategis dekat dengan fasilitas umum, sekolah, pasar, mall dan tempat umum lainnya. Atau juga berniat untuk menjadikan rumah itu untuk tempat usaha yang tidak butuh banyak renovasi dan lain-lain penyebabnya. Barangkali juga rumah itu memang terkesan antik. Bentuknya yang unik, mungkin bergaya klasik tempo doeloe yang membuat orang suka. Atau …. beli rumah lama karena bekas ditempati oleh seorang artis terkenal ? “He he he … biar ikut ngetop juga deh !” Begitulah ! Namanya juga selera. Orangkan beda-beda Ada orang yang senang membangun atau membeli rumah baru di sebuah hunian yang futuristik, ada juga yang berniat membeli bangunan rumah gaya lama karena dia melihat ada keistimewaannya.
Yang jelas untuk mereka yang membeli rumah lama, apapun alasannya tentu harus dipikirkan juga untuk perbaikan-perbaikan. Namanya aja bangunan lama, pastinya ada material yang sudah tua, temboknya banyak retaklah, catnya sudah kusam, kayu kusen yang keropos dan lain-lain. Dan untuk yang senang membeli rumah lama karena alasan model kuno tapi antik dan keunikannya, dalam melakukan perbaikan, jangan sampai merubah bentuk aslinya. Kalau sampai banyak perubahan dan merubah bentuk aslinya yang unik untuk apa dibeli ? Tapi pastinya, baik mau membeli dan membangun rumah baru atau berniat membeli rumah lama, itu sama-sama harus punya dana cadangan, budget ekstra. Untuk apa ? Biasanya yang namanya membangun rumah ataupun renov rumah lama, ada aja yang kurang. Kalau tidak disikapi dengan bijak dan mengikuti hawa nafsu macam-macam, nambah itu, pasang ini, kurang di sana-sini, maka biaya untuk rumah akan jadi terus membengkak tak terkendali yang akhirnya tidak sesuai dengan rencana awal. Sama juga dengan beli rumah baru, meski relatif tidak terlalu besar biaya penambahannya. Persiapkan sebelumnya dengan cermat sebelum membeli tempat tinggal. Teliti Sebelum Membeli. Rencanakan dengan pasti dan tertulis agar tidak lupa mau punya rumah model apa dan bagaimana bentuknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *