Yang Menang Boleh Senang, Yang Kalah Jangan Sedih

Semua orang maunya pasti menang. Jarang sekali orang yang mau kalah kecuali mengalah, itupun ada diantaranya mengalah dengan berat hati alias nggak ikhlas. Kemenangan menjadi dambaan orang atau kelompok, di manapun. Misalnya di dunia olahraga, sepakbola, bulutangkis, tenis atau balap otomotif, pemain, atlit atau peserta, di setiap pertandingan berlomba-lomba meraih kemenangan hingga meraih juara. Situasi dan kondisi menang dan kalah ada 17 kemungkinan seperti di bawah ini :
1. Menang. Itu karena bermain baik, penuh semangat dan all-out, apalagi jika lawan tandingnya bermain buruk. Bisa unggul telak deh.
2. Kalah. Penyebabnya adalah karena cara bermain yang jelek, di bawah form, ditambah lagi si lawan bermain sangat baik. Bagi yang kalah (termasuk fans yang fanatik), harus siap menerima kenyataan itu dengan lapang dada. Memang kecewa sih, apalagi kalah dengan angka tipis, apalagi kalahnya lewat adu penalti seperti di sepakbola. Ya begitulah resikonya bertanding bagi kontestan.
3.Menang Lagi. Kalau kamu menang lagi tentu senang banget. Itu berarti performa kamu masih lebih baik dan konsisten atau juga kemungkinan sang lawan yang bermain sangat nggak bagus. Jadi kemenangannya karena musuh bermain nggak bagus alias jelek ? “Nggak tau juga yah, tapi yang penting menang deh !”
4. Tapi sebaliknya bagaimana kalau kalah lagi ? Itu artinya permainanmu semakin buruk. Padahal lawan tanding kan bermain biasa-biasa saja. Jika begitu kayaknya ini mulai nggak wajar nih ! Harus dilakukan evaluasi secara menyeluruh dari mulai “A sampai Z”. Dicari penyebabnya di mana yang bermasalah.
5. Ada juga yang menang tapi hasilnya sudah diatur sebelumnya. Inilah yang disebut dengan pertandingan yang nggak sportif. Telah terjadi pengaturan skor akhir. Istilahnya main mata, misalnya pertandingan antara tim A dengan tim B. Istilah lainnya yang pernah dipakai adalah main sabun.
6. Kalah tapi dengan cara “mengalah”?. Yang ini juga termasuk kategori tidak sportif. Beberapa tahun yang lalu pernah terjadi di sebuah arena balap otomotif sempat ada istilah TEAM ORDER. Istilah ini digunakan untuk menyebut sebuah skenario yang dilakukan oleh sebuah tim balap yang memiliki 2 orang pembalap. Karena keputusan tim untuk mengutamakan pembalap A dibanding B, karena point si A sudah hampir juara dunia. Tapi di sebuah sirkuit tanpa disangka-sangka pembalap B lebih unggul dan berada di posisi terdepan sementara A di belakangnya dan terlihat tidak bisa menyusul pembalap B. Dengan situasi begitu maka pimpinan tim menginstruksikan si B untuk memperlambat kendaraannya untuk memberi kesempatan kepada pembalap A melewatinya agar bisa dapat point maksimal dan tidak terkejar oleh point pesaingnya pembalap dari tim lain.
7. Yakin sudah pasti menang padahal belum turun bertanding. “Pede amat yah ?! He he he”. Tapi biasanya ini terjadi pada pertandingan antara tim yang kuat dan selalu diunggulkan di setiap turnamen versus tim yang non-unggulan atau pemain yang difavoritkan melawan pemain baru yang kurang dikenal. Inilah yang bisa jadi salah satu penyebab kekalahan mengejutkan dan sungguh bikin malu tim besar yang terlalu pede karena merasa lebih hebat atau seorang atlit yang diunggulkan. Karena meremehkan lawannya atau tim-tim yang kurang jago.
Ini sebagai referensi dari arena sepakbola tentang kekalahan telak
8. Merasa telah kalah duluan. Kalau begini sama juga pesimis. Kekalahan telak sebuah tim bisa terjadi karena faktor pesimis ini. Para pemain kurang percaya diri dan kurang keyakinan. Melihat kenyataan yang dihadapi bahwa lawan bertandingnya adalah klub besar dan terkenal serta sering juara, mentalpun sudah down duluan. Resiko skor kekalahannyapun nggak tanggung-tanggung, bisa kalah 0-6, 0-8, 0-10 atau 1-10, 3-13.
9. Menang tapi merasa kalah. “Aneh. Barangkali dibalik kemenangannya ada yang disembunyikan. Entah dia main curang.
10. Sudah kalah tapi kok ngeyel masih merasa dia yang menang ? Yang kayak begini nih akhirnya cari-cari alasan deh. Bilang wasit nggak adil-lah, gara-gara lapangan nggak rata-lah, lawannya curanglah, bolanya nggak bulat-lah, penonton rese-lah, lagi merianglah dan seribu satu alasan lain.
11. Mengalah demi kemenangan. Adakah olahraga dengan moto seperti begitu ? Kecuali seperti EAM ORDER tadi.
12. Kemenangan yang terus menerus disebut-sebut. Itu yang disebut dengan kebanggaan. Banyak hal yang bisa terjadi seperti itu, misalnya karena baru pertama kali merasakan jadi juara dunia atau bisa juga karena sudah sangat lama sekali nggak juara dunia sejak puluhan tahun yang lalu kemudian berhasil menjadi juara. Luar biasa memang suka citanya. Yang seperti ini bisa jadi viral di media sosial nih !
13. Kalah tapi masih terus ajaaa dipermasalahkan. Benar-benar kalah. Sudah nggak menang, marah-marah, sumpah serapah sambil meludah, sampai di rumah apa yang terjadi ? Ya jadinya pasti lelah laaah. Memang yang namanya kekalahan itu bisa sangat mengecewakan dan bisa jadi emosi nggak terkendali bagi yang mengalaminya.
14. Menang terus berhadapan dengan tim yang tangguh Besoknya menang lagi melawan tim yang lebih kuat, selanjutnya lusa menang lawan tim yang paling kuat. Itulah yang disebut juara sejati “WE ARE THE REAL CHAMPION”
“We Are The Real Champions ? Jadi inget sebuah lagu. Oke deh ini untuk selingan hiburan dari QUEEN
15. Kalah ketika berlaga menghadapi lawan tim yang lemah Esok harinya juga tidak menang melawan tim yang lebih lemah, lalu lusa kalah dari tim yang paling lemah. Wah ini sih namanya benar-benar terpuruk. Kebangetan ! Kok kalah melulu sih ?
16. Terus menerus meraih kemenangan. Hal yang nggak wajar, karena tidak ada yang kekal. Suatu saat akan ada masanya bahwa kejayaan itu akan berakhir apapun penyebabnya. Kalau seorang pemain biasanya karena faktor U alias usia sudah mulai tua.
17. Kalah bertubi-tubi dan berkelanjutan. Ini juga nggak wajar. Mana ada sih yang mau dikalahkan terus-terusan, kecuali yang mau. Dan kalau memang ada yang demikian, sebaiknya nggak usah ikut bertandinglah kecuali sudah siap.
Oke ! Selamat untuk yang menang tapi jangan jumawa. Dan untuk yang kalah ? … Tetap semangatlah ! Suatu saat pasti menang juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *