Sepak Terjang Belanda dan Kroasia di Sepakbola Internasional

Beberapa klub-klub asal liga Belanda sempat memukau di kejuaraan sepakbola piala Champions Eropa. Tercatat masa kejayaan sepakbola negara ini dimulai tahun 1970 sampai 1978, baik di tingkat klub maupun nasionalnya, setelah itu menurun. Meski 10 tahun kemudian kembali bangkit. Ada tiga tim kelas atas yang mewakili negeri dengan julukan Kincir Angin itu yaitu :
Ajax Amsterdam yang berhasil juara Champions pada tahun 1971, 1972, 1973 dan 1995, lalu Feyenoord Rotterdam yang sebelumnya juga sukses pada tahun 1970 dan satu lagi PSV Eindhoven di tahun 1988. Dengan pernah tampilnya 3 klub ini sebagai juara di kejuaraan antar klub juara liga di Eropa itu, cukuplah menjadi bukti bagi negeri Kincir Angin, Belanda sebagai negara yang nggak boleh dianggap remeh untuk sepakbolanya. Tim Oranye adalah julukan yang dikenal di Indonesia untuk menyebut kesebelasan nasional Belanda dan memang sesuai dengan kostum warna oranye yang selalu dikenakannya ketika melakukan pertandingan di kandang. Sementara itu untuk kesebelasan nasional, gelar tertingginya adalah pernah menjuarai turnamen sepakbola piala Eropa UEFA pada tahun 1988 di Jerman Barat. Tridente atau Trio pemain terkenal yang disegani lawan-lawannya pada waktu itu adalah Ruud Gullit, Marco Van Basten dan Frank Rijkaard. Ketiga pemain pilar ini menjadi salah satu trio terbaik di sepakbola modern.
Lebih Lengkap : 10 Tridente Terbaik di Arena Sepakbola
Tapi untuk event piala dunia FIFA, negeri tulip ini belum pernah sekalipun memenanginya. Walaupun pernah melahirkan nama-nama beken seperti Johann Cruyf, Neeskens yang amat disegani di dunia olah kulit bundar, tapi mereka hanya bisa tampil di partai puncak Piala Dunia pada tahun 1974 di Jerman Barat dan kemudian harus takluk di tangan tuan rumah dengan skor 2-1. Selang empat tahun kemudian pada World Cup tahun 1978 di Buenos Aires, Argentina, kembali tim Oranye harus puas menjadi runner-up lagi dan harus mengakui keunggulan Mario Kempes dan kawan-kawan yang membela tim Tango dengan skor 3-1 dan di final piala dunia tahun 2010 yang berlangsung di Afrika Selatan, di mana salah satu dari dua finalis yang turun saat itu adalah calon juara dunia baru yaitu Spanyol melawan Belanda, lagi-lagi tim Oranyepun kembali kecewa dan kalah tipis 0-1 dari tim Matador. Sepakbola Belanda yang pernah terkenal dengan gaya bermain bola menyerang yang disebut dengan Total Football yang agresif yang dikembangkannya pada era 70-an memang belum pernah menjadi kampiun di World Cup. Seindah-indahnya gaya bermain tim Oranye, se-spektakuler apapun style menyerang kesebelasan Belanda, yang pasti mereka harus menunggu dengan sabar untuk menggapai gelar juara dunia. Belanda beberapa kali juga pernah gagal ikut putaran final piala dunia. Tapi piala dunia pasti menebarkan pesona tersendiri ketika Belanda ikut karena fans tim ini terbilang tidak sedikit. Begitulah tim Belanda. Kejayaan di tahun 70-an dan di akhir tahun 80-an masih menyisakan kesan yang bagus bagi penggemar sepakbola.
Info Urut-urutan Juara Piala Dunia FIFA
Bagaimana dengan Kroasia ? Negara yang letaknya di selatan Eropa ini dulunya adalah bagian dari negara Yugoslavia, kemudian memisahkan diri menjadi negara mandiri pada tahun 1994 dan dengan penduduk yang kurang dari 10 juta orang telah berhasil menyeruak diantara raksasa sepakbola dunia. Kalau dibandingkan negara-negara pecahan di semenanjung Balkan lainnya seperti Serbia, Slovenia dan Bosnia Herzegovina, prestasi sepakbola Kroasia jelas jauh lebih mentereng. Apa yang membuatnya begitu ? Belum sampai lima tahun urusan politiknya selesai, tahun 1996 di turnamen piala Eropa di Inggris, Kroasia sempat membuat repot beberapa tim dengan nama besar seperti Italia dan Jerman. Mereka berhasil tembus sampai perempat final. Dua tahun kemudian pada tahun 1998 kesebelasan ini kembali membuat mata dunia olahraga khususnya sepakbola terpana ketika mereka mampu mencapai semi final di piala dunia di Perancis. Tentu saja satu pencapaian luar biasa bagi negara kecil tersebut, karena di arena sepakbola piala dunia FIFA, persaingan yang ada sangatlah ketat. Pemain-pemain bintangnya saat itu adalah Davor Suker, Robert Prosinecki, Zvonimir Boban, Igor Stimac, Goran Vlaovic dan sederet pemain berbakat lain. Dan 20 tahun kemudian di piala dunia di Rusia tahun 2018, tim dengan jersey khas bermotif kotak-kotak merah putih ini memang sudah pantas diwaspadai penampilannya oleh kesebelasan kuat lainnya setelah mereka tembus ke partai final meski kemudian kalah oleh Prancis dan menjadi runner-up. Di semi final sebelumnya Luca Modric dkk menyingkirkan salah satu tim unggulan yaitu Inggris. Itulah Kroasia yang bisa dibilang bukanlah tim kejutan lagi atau tim kuda hitam. Rahasia kesuksesan mereka adalah permainan yang kompak dan solid di samping bakat juga tentunya. Kompetisi sepakbola Kroasia memang berbeda dengan Belanda yang sudah mapan dengan memunculkan beberapa klub juara piala Champions Eropa, tapi tidak sedikit pemain dari klub lokal Kroasia pindah bergabung ke klub-klub ternama di Eropa seperti Real Madrid dan AC Milan. Klub terkenal asal Kroasia berasal dari ibukota Zagreb yang bernama Dynamo Zagreb. Demikianlah sekilas tentang dua kesebelasan asal Eropa yaitu Belanda dan Kroasia.
 

Breaking Info !
ANDA SEDANG BERADA DI :
plm12

Fenomena Sosial – Opini Olahraga – Tips & Trik – Hiburan – Sekilas Info

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *