Antara Rossi dan Marquez, Di Samping Perbedaan, Ternyata Ada Juga Yang Sama

Marc Marquez dan Valentino Rossi adalah dua pembalap yang paling fenomenal di era balap roda dua MotoGP sejak tahun 2001. Setelah GP500 berubah menjadi Motogp, mereka berdua masing-masing telah mengukir sejarah di salah satu cabang olahraga otomotif dengan lebih dari tiga kali meraih gelar juara dunia. Walaupun sudah membuat rekor banyak juara tapi perbedaan diantara mereka tentu saja ada, karena gaya membalap mereka ada kesitimewaan yang khas masing-masing. Baiklah kali ini bukan perbedaan yang memang seru kalau dibahas tuntas, tapi di artikel kali ini akan disebutkan juga beberapa persamaan dari mereka berdua yang ternyata nggak kalah menarik. Apa saja sih yang sama ? Wajahnya kah yang sama persis ? Tentu saja bukan ! Tubuhnya yang atletis kah ? Juga bukan. Ada 16 hal yang dimaksud. Inilah diantaranya :
1. Mereka berdua sama-sama pernah membalap di tim Repsol Honda. Setelah merengkuh gelar dunianya yang pertama dengan tim satelit, Valentino gabung ke Repsol Honda pada tahun 2002 dan langsung juara dunia lagi. Marc Marquez berada di tim yang sama sejak tahun 2013, tampil sebagai pendatang baru alias rookie dan langsung juara dunia juga.
2. Marquez dan Rossi sudah meraih titel world champion kelas primer lebih dari tiga kali. Dan baru mereka berdualah yang sukses dengan rekor tersebut di ajang kebut-kebutan motor prototype MotoGP.
3. Sama-sama pernah mencetak hattrick yaitu berhasil tiga kali secara beruntun untuk meraih gelar juara dunia. Rossi pada tahun 2001, 2002 dan 2003, sementara Marquez pada tahun 2016, 2017 dan 2018. Dari statistik tersebut terlihat tongkat estafet kejayaan maestro motogp sudah berpindah tangan.
4. Baik Rossi maupun Marquez sama-sama pernah juara dunia untuk tiga kategori berbeda di kejuaraan balap motor. Lengkap sudah perjalanan karir profesional mereka.
Baca Lebih Lengkap : Juara-juara MotoGP di 20 tahun terakhir !
5. Di usianya yang belum mencapai 25 tahun, mereka sama-sama sudah menyandang gelar sebagai sang juara dunia balap motor. Usia yang sangat belia untuk seorang yang sukses meraih puncak prestasi. Rossi si Italiano pertama juara sewaktu umurnya masih 22 tahun dan Spaniard Marquez malah lebih muda lagi yaitu ketika usianya baru menginjak 20 tahun.
6. Di dalam trek ketika membalap dan head to head, keduanya sama-sama pernah menyalip rivalnya secara brilian lewat gravel di sebuah tikungan yang tajam yang ada sirkuit Laguna Seca, Amerika Serikat. Yang pertama kali melakukan itu adalah Rossi di tahun 2008, ketika dia menyalip pembalap Ducati asal Australia, Casey Stoner. Sementara itu Marc Marquez melakukan hal yang 100 persen sama yang ironisnya Rossilah yang dia salip di tikungan itu beberapa tahun kemudian.
7. Seperti juga Rossi yang pernah menguasai hampir seluruh sirkuit yang termasuk dalam kalender tahunan untuk beberapa musim balapan. Marc Marquez pun juga begitu di motograndprix. Setelah gelar juara pertama berhasil diraih, di tahun berikutnya mereka cuma tinggal mengejar rekor-rekor baru termasuk rekor pole position. Sepertinya hampir seluruh arena balap menjadi milik mereka.
8. Keduanya adalah pembalap beken yang sama-sama berasal dari dua negara yang paling eksis di kejuaraan balap motor MotoGP, yaitu Italia dan Spanyol. Yang dimaksud paling eksis di sini adalah bahwa dua negara Eropa Barat tersebut paling banyak melibatkan sesuatu di Motogp, misalnya dari jumlah kontestan lomba dan juga sirkuit yang digunakan di setiap tahunnya. Satu negeri lain yang eksis juga di motograndprix adalah Jepang.
9. Kedua racer itu sama-sama belum pernah sekalipun memakai motor dengan nomer 1, meskipun mereka sudah juara dunia. Valentino Rossi tetap setia dengan nomor kebanggaannya yaitu 46 dan Marc Marquez loyal dengan motor nomor 93 nya. Penentuan nomor motor juara dengan nomer 1 memang sudah tidak berlaku lagi sejak Casey Stoner memakainya beberapa tahun yang lalu.
10. The Doctor dan Baby Alien, julukan ngetop untuk Rossi dan Marquez, belum pernah turun berlaga menggeber motor di Indonesia untuk lomba Motogp. Oh ya ? Kenyataannya memang begitu karena kejuaraan balap motor terbaik itu belum pernah dilaksanakan di Indonesia. So, kapan event otomotif kelas dunia itu berlangsung di negeri kita ? Ok silahkan tunggu saja ! Karena banyak syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi tuan rumah penyelenggara.
11. Meskipun mereka belum pernah turun membalap di Indonesia untuk kelas Motogp, tapi mereka pernah berkunjung ke Indonesia namun tentu saja di acara yang berbeda. Ngapain di Indonesia ? Salah satu sebabnya adalah lomba motograndprix memang banyak sekali penggemarnya di seluruh dunia termasuk Indonesia. Ya ! Seperti juga sepakbola, balap motograndprix sudah menjadi salah satu tontonan hiburan yang menarik di akhir pekan. Mendatangkan mereka ke sini tentu saja menjadi entertainmen tersendiri. Fans kedua rider juara itu sangat antusias menyambut.
12. Mungkinkah Marc Marquez nanti akan berganti tim ke tim satelit ? Dan akankah si Spaniard sanggup juara juga dengan tim kelas dua itu ? Seandainya iya begitu, maka itu menjadi salah satu persamaan yang lain dengan Valentino Rossi, karena The Doctor juga pernah menjadi yang terdepan dan pemuncak dengan tim satelit Nastro Azzuro di tahun 2001 lalu.
13. And bagaimana kalau saja MM93 join dengan tim Ducati ? Lalu Si Baby Alien juga merasakan kegagalan untuk mencapai tahta tertinggi jurdun ? Bila saja demikian maka Marquez akan menambah daftar pembalap yang pernah juara dunia tapi gagal dengan motor Desmosedici dari Italia tersebut. Dua juara dunia lain yang pernah mengalami nasib yang sama adalah Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.
14. Bila saja bersama tim Yamaha Factory, si Marquez juga dapat merengkuh titel tertinggi, so dia juga bisa menyamai The Doctor sebagai rider yang juara dengan dua motor besutan yang beda merek.
15. Jika saja Marc Marquez sukes menggapai titel jurdun di musim 2019, maka kesamaan lain dengan Rossi jadi bertambah, karena gelar itu adalah yang keempat secara beruntun dan peluang ke arah situ memang terbuka lebar. Rossi juga sudah pernah juara empat kali secara berturut-turut yaitu tahun 2001, 2002, 2003 dan 2004.
16. Akankah Marc Marquez nanti masih ikut kebut-kebutan di usianya yang telah menjelang 40 tahunan ? Bila itu terjadi, maka Spaniard ini juga sama dengan Italiano yang masih pengen adu balap di umur 35 tahunan ke atas.
Dari lima opsi yang terakhir semuanya memang khusus tentang Marquez. Segala kemungkinan bisa saja terjadi.
Perbedaan diantara kedua hal memang bisa jadi kisah yang menarik bahkan bisa jadi kontroversi. Tapi sebaliknya, persamaan dari dua orang yang berprestasi tinggi (tanpa mengecilkan nama juara dunia yang lain) juga tak kalah serunya untuk diceritakan seperti antara Valentino Rossi dengan Marc Marquez di motogp ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *